Login Form
Who's Online
We have 56 guests online
pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday3
mod_vvisit_counterYesterday267
mod_vvisit_counterThis week552
mod_vvisit_counterLast week1114
mod_vvisit_counterThis month270
mod_vvisit_counterLast month5022
mod_vvisit_counterAll276020

PostHeaderIcon Dialog Ahli Surga - Ahli Neraka

Oleh ; Irwan Kurniawan

Al-Quran, di banyak tempat dan dengan beberapa redaksi yang berbeda, menegaskan suatu hakikat, bahwa setiap orang tergadai dengan apa yang diusahakan dan dikerjakannya. Ini merupakan neraca keseimbangan manusia dalam pandangan Allah.

Read more...

 

PostHeaderIcon Taklif Dalam Islam : Kesehatan Reproduksi Pada Anak Usia Baligh

Oleh ; Maria Ulfah Anshor

Pengertian Taklif

Taklif adalah isim masdar yang berarti beban atau tugas. à‘kallafa, yukallifu, takliifan’. Anak yang sudah baligh disebut mukallaf, yaitu orang yang dianggap mampu menjalankan perintah dan menjauhi larangan agama serta dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya. Seorang mukallaf berkewajiban menjalankan syariat Islam sesuai dengan kemampuannya.

Read more...

 

PostHeaderIcon Perayaan Taklif: Filosofi dan Kajian Parenting

Oleh ; Dina Y. Sulaeman

Taklif bermakna ‘beban atau tanggung jawab’. Dalam istilah fiqih, taklif  bisa disamakan dengan istilah  ‘baligh’, yaitu usia dimana anak-anak sudah mengemban tanggung jawab syar’i. Dimulai saat baligh, ada hal-hal wajib yang harus mereka jalankan, ada pula hal-hal haram yang harus mereka hindari. Bila mereka tidak melakukan kewajiban-kewajiban atau sebaliknya, melakukan hal-hal yang diharamkan itu, kepada mereka sudah dikenai hukum ‘dosa’ dan akan menerima konsekuensi di akhirat. Fa man ya’mal mitsqaala dzarratin khairay-yarah, wa man ya’mal mitsqaala syarray-yarah (siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarrah, dia akan mendapatkan hasilnya; dan siapa yang mengerjakan keburukan sebesar dzarrah, dia akan menerima akibatnya)

Read more...

 

PostHeaderIcon Kebebasan Beragama : antara konsep dan praktik

Oleh : Srie Muldrianto MPd.

Kalimat kunci : Ketidak sejalanan konsep kebebasan beragama dengan praktik kebebasan beragama menunjukkan kegagalan pendidikan di Indonesia.

Pancasila merupakan falsafah negara, pandangan hidup dan ideologi nasional dalam kehidupan berbangsa bernegara. Sebagai sebuah falsafah negara,  Pancasila bersifat rasional, terbuka, sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan sesuai jati diri bangsa serta ilmiah. Sebagai falsafah bangsa Pancasila hendaknya memiliki ciri-ciri pengetahuan filsafat yang kritis, rasional, Komprehensip, konseptual, replektif, radikal, spekulatif, integral dan lain sebagainya(Syamsudin, 2009: 67). Sedangkan sebagai ideologi nasional Pancasila merupakan sumber hukum bagi ditetapkannya suatu Undang-undang, peraturan pemerintah, keputusan Presiden, peraturan Mentri, peraturan Gubernur, peraturan Bupati dan keputusan lain yang berkenaan dengan hidup berbangsa dan bernegara. Setiap peraturan dan ketentuan yang bertentangan dengan Pancasila batal secara hukum.

Read more...

 

PostHeaderIcon Peran Alumni Timur Tengah Pencegah Radikalisme

OLEH : DR. HAMKA HASAN ( ALUMNI ALAZHAR MESIR )

Realitas Radikalisme di Indonesia

Kondisi Umum

  • Telah mengepung pada semua aspek kehidupan masyarakat: politik, ekonomi, budaya, agama, psikologi, dan pendidikan.
  • Sejumlah survei sejak 2006-2010 memperlihatkan bahwa pemikiran dan gerakan radikslisme di Indonesia memiliki masa depan yang cerah dan telah memiliki tempat di hati masyarakat.
  • Penyebarannya pun mengikuti pola dakwah nabi: dari sembunyi-sembunyi hingga secara terang-terangan. Kasus penyerangan kantor kepolisian di Medan beberapa waktu yang lalu adalah indikator bahwa mereka telah berani melakukan perang terbuka.

Read more...

 
Galeri kegiatan IKMAL