{"id":11344,"date":"2023-09-13T13:52:39","date_gmt":"2023-09-13T06:52:39","guid":{"rendered":"http:\/\/ikmalonline.com\/?p=11344"},"modified":"2023-09-13T14:03:10","modified_gmt":"2023-09-13T07:03:10","slug":"benarkah-hari-hari-terakhir-bulan-safar-itu-sial-apa-kata-ulama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/benarkah-hari-hari-terakhir-bulan-safar-itu-sial-apa-kata-ulama\/","title":{"rendered":"Benarkah Hari-Hari Terakhir Bulan Safar Itu Sial? Apa Kata Ulama?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-10287\" src=\"http:\/\/ikmalonline.com\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/rajab-2109-mm_auto_x2-300x222.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"222\" srcset=\"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/rajab-2109-mm_auto_x2-300x222.jpg 300w, https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/rajab-2109-mm_auto_x2-768x568.jpg 768w, https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/rajab-2109-mm_auto_x2-80x60.jpg 80w, https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/rajab-2109-mm_auto_x2.jpg 900w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>AZ_____<\/strong> Dalam beberapa sumber disebutkan bahwa bulan Safar dikenal dengan bulan naas, terutama pada empat hari terakhir di bulan tersebut yang bertepatan dengan hari wafatnya Rasulullah SAW. Mengenai alasan mengapa bulan Safar disebut sebagai bulan naas, beberapa alasan disebutkan termasuk karena bulan itu bertepatan dengan wafatnya Nabi Muhammad SAW, syahidnya Imam Hasan dan Imam Ali Ridho. Selain itu, awal bulan Safar bertepatan dengan datangnya kafilah tawanan Karbala ke kota Syam, dan permulaan perang Shiffin terjadi di hari pertama bulan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada beberapa hadis disebutkan bahwa umat Islam hendaknya menghindari pekerjaan penting di bulan Safar dan memperbanyak bersedekah untuk menangkal bencana. Oleh karena itu, umat Islam menyebut bulan Safar sebagai bulan naas dan buruk, karena wahyu terputus pada bulan tersebut. Imam Ali as terkait hal ini mengatakan bahwa dengan kematian Nabi Muhammad SAW sesuatu telah terputus di mana tidak ada yang terputus dengan kematian siapa pun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Syeikh Abbas Qomi penulis kitab doa Mafatihul Jinan dan Waqayiul Ayyam menyebutkan amalan bulan Safar dengan tema kenaasan bulan tersebut. Teks perkatan \u00a0Syeikh Abbas Qomi dalam kitab Waqayiul Ayyam adalah sebagai berikut: \u201cKetahuilah bahwa bulan Safar terkenal dengan kesialannya, dan mungkin penyebabnya adalah wafatnya Rasulullah SAW terdapat pada bulan tersebut, sebagaimana kesialan di hari Selasa, atau karena bulan Safar jatuh setelah tiga bulan suci yaitu Dzul Qa&#8217;dah, Dzul Hijjah dan Muharram yang di dalamnya tidak boleh berperang karena dilarang. Peperangan dan pembunuhan dimulai pada bulan Safar \u00a0di mana pada saat yang sama rumah-rumah menjadi kosong karena ditinggalkan para penghuninya.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW bahwa barang siapa yang memberiku kabar gembira terkait akhir bulan Safar, maka aku akan memberinya kabar gembira tentang surga.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Terdapat dua keterangan mengenai penamaan bulan Safar. Pertama, kata Safar diambil dari kata Sofroh yang berarti kuning lantaran waktu pemilihan nama bulan Safar berbarengan dengan musim gugur dan dedaunan yang menguning. Kedua Safar diambil dari kata Sifr yang berarti kosong lantaran orang-orang mulai berperang setelah bulan-bulan suci dan mengosongkan kota dengan pergi berperang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Beberapa Amalan Bulan Safar sebagai berikut;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">1-Di bulan ini bersedekah sangat ditekankan. Rasulullah SAW berkenaan dengan sedekah mengatakan bahwa senyumanmu kepada saudaramu adalah sedekah, engkau mengajak berbuat kebaikan dan melarang berbuat keburukan adalah sedekah, menuntun orang yang tersesat adalah sedekah, dan menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan adalah sedekah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">2- Bagaimanapun juga untuk menangkal kesialan tidak ada yang lebih baik dari sedekah, doa, dan berlindung kepada Allah dan jika seseorang ingin dilindungi dari bencana di bulan Safar, maka dia harus membaca doa yang disebutkan oleh seorang ahli hadis bernama Faidh dalam kitab Khulasatul Inkar 10 kali setiap hari di bulan ini, sebagai berikut:<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">\u201c\u06cc\u0627 \u0634\u064e\u062f\u06cc\u062f\u064e \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0648\u06cc\u200f \u0648\u064e \u06cc\u0627 \u0634\u064e\u062f\u06cc\u062f\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u0650\u062d\u0627\u0644\u0650 \u06cc\u0627 \u0639\u064e\u0632\u06cc\u0632\u064f \u06cc\u0627 \u0639\u064e\u0632\u06cc\u0632\u064f \u06cc\u0627 \u0639\u064e\u0632\u06cc\u0632\u064f \u0630\u064e\u0644\u0651\u064e\u062a\u0652 \u0628\u0650\u0639\u064e\u0638\u064e\u0645\u064e\u062a\u0650\u06a9\u064e \u062c\u064e\u0645\u06cc\u0639\u064f \u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u0650\u06a9\u064e \u0641\u064e\u0627\u06a9\u0652\u0641\u0650\u0646\u06cc\u200f \u0634\u064e\u0631\u0651\u064e \u062e\u064e\u0644\u0652\u0642\u0650\u06a9\u064e \u06cc\u0627 \u0645\u064f\u062d\u0652\u0633\u0650\u0646\u064f \u06cc\u0627 \u0645\u064f\u062c\u0652\u0645\u0650\u0644\u064f \u06cc\u0627 \u0645\u064f\u0646\u0652\u0639\u0650\u0645\u064f \u06cc\u0627 \u0645\u064f\u0641\u0652\u0636\u0650\u0644\u064f \u06cc\u0627 \u0644\u0627 \u0627\u0650\u0644\u0647\u064e \u0627\u0650\u0644\u0627\u0651 \u0627\u064e\u0646\u0652\u062a\u064e \u0633\u064f\u0628\u0652\u062d\u0627\u0646\u064e\u06a9\u064e \u0627\u0650\u0646\u0651\u06cc\u200f \u06a9\u064f\u0646\u0652\u062a\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0638\u0651\u064e\u0627\u0644\u0650\u0645\u06cc\u0646\u064e \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u062c\u064e\u0628\u0652\u0646\u0627 \u0644\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0646\u064e\u062c\u0651\u064e\u06cc\u0652\u0646\u0627\u0647\u064f \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u063a\u064e\u0645\u0651\u0650 \u0648\u064e\u06a9\u064e\u0630\u0644\u0650\u06a9\u064e \u0646\u064f\u0646\u0652\u062c\u0650\u06cc \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u06cc\u0646\u064e \u0648\u064e\u0635\u064e\u0644\u0651\u064e\u06cc \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u06cc\u200f \u0645\u064f\u062d\u064e\u0645\u0651\u064e\u062f\u064d \u0648\u064e \u0627\u0644\u0650\u0647\u0650\u200f \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u06cc\u0651\u0650\u0628\u06cc\u0646\u064e \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u0627\u0647\u0650\u0631\u06cc\u0646\u064e\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">3-Syed bin Thawus meriwayatkan bahwa pada hari ketiga bulan Safar, lakukan lah shalat dua rakaat. Pada rakaat pertama setelah membaca surat al Fatihah, bacalah surat \u201cFath\u201d &#8220;Inna Fatahna&#8230;&#8221; dan pada rakaat kedua setelah membaca surat al Fatihah bacalah surat Tauhid. Setelah salam bacalah shalawat seratus kali dan mohon lah ampun (baca istigfar) seratus kali, lalu minta lah kebutuhan kalian kepada Allah, insya Allah doa kalian akan terkabul. (Iqbal, halaman 587)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">4. Pada hari Arba`in (hari ke-20 Safar), ditekankan untuk membaca doa ziarah Imam Husain. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Syekh Thusi dari Imam Hasan Askari, dikatakan bahwa ada lima tanda orang beriman. Pertama, melakukan shalat lima puluh satu rakaat (17 rakaat shalat wajib dan 34 rakaat shalat sunnah). Kedua, membaca doa ziarah Arbain. Ketiga, memakai cincin di tangan kanan. Keempat, meletakkan dahi di tanah saat sujud. Kelima, membaca basmalah dengan suara dalam shalat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pendapat sejumlah ulama mengenai kenaasan bulan Safar sebagai berikut;<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li>Ayatullah Ali Khamenei :<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cTidak ada bukti kebenaran kepada kita dari apa yang diriwayatkan. menganggap riwayat-riwayat seputar amalan-amalan Rabu terakhir Shafar sebagai tidak mu&#8217;tabar (tidak dipertimbangkan).Meski demikian, melakukan ibadah dengan niat umum tidaklah dilarang\u201d<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"2\">\n<li>Ayatullah Makarem Shirazi:<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cSecara esensial, hari-hari tidak memiliki keberuntungan atau kesialan kecuali peristiwa yang terjadi di dalamnya. Oleh karena itu, karena di bulan Safar ada tiga sosok maksum \u00a0yang meninggal dunia, dan juga adanya penderitaan para tawanan Karbala` di dalam bulan tersebut, mungkin saja ada kesialan di dalam bulan tersebut. Ditambah berlalunya tiga bulan suci ( bulan yang di dalamnya peperangan dilarang) dan dimulainya konflik dan peperangan antar kabilah. Bagaimana pun juga dampak buruk atau kesialan yang akan timbul dapat diatasi dengan bersedekah dan membaca doa.\u201d<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"3\">\n<li>Ayatullah Mazahiri:<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cMenurut Syariat, persoalan kenaasan hari dan jam tertentu merupakan persoalan yang sudah populer dan sulit diingkari. Sementara dari sudut pandang rasional, tidak ada bukti yang kuat untuk mengingkarinya, sebagaimana tidak ada bukti rasional yang kuat dalam membuktikannya pula.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Orang-orang yang meyakini adanya hari-hari naas, membuktikan keberadaannya dengan ayat Al-Quran sebagai berikut:<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><em>\u201cMaka Kami tiupkan angin yang sangat bergemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang naas,\u201d [QS Fussilat:16]<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><em>\u201cSesungguhnya Kami telah menghembuskan angin yang sangat kencang kepada mereka pada hari naas yang terus menerus,\u201d [QS al Qamar:19]<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Ayat ini mereka gunakan untuk membuktikan adanya hari keberuntungan:<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">\u201cSesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi\u201d [QS al Dukhan:3]<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Terdapat sejumlah riwayat tentang keberuntungan dan kesialan bulan, hari, dan jam tertentu. tetapi ada juga yang berpendapat sebaliknya. Kenaasan yang disinggung dalam Al Quran itu dilihat dari sudut pandang orang yang mengalaminya bukan waktu dan tempatnya itu sendiri. Untuk itu, Menurut pandangan ini, musibah besar dan menghancurkan yang disebutkan dalam Al-Quran merupakan kesialan dan hari yang di dalamnya terjadi kesialan disebut hari naas. Namun tetap saja sulit untuk mengingkari kenaasan dan keberuntungan bulan, hari dan jam tertentu, meskipun ada riwayat-riawayatnya.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"4\">\n<li>Ayatullah Allamah Thabathaba`i:<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cKeberuntungan dan kesialan hari-hari yang dianggap ada hanya terkait peristiwa-peristiwa keagamaan, tidak lebih dari itu yang menurut ajaran agama atau pegaruh jiwa, atau anggapan hari tertentu mendatangkan kebaikan atau menyebabkan keburukan. Adapun hadis-hadis tidak menjelaskan bahwa bulan, hari dan jam tertentu itu bisa mendatangkan kenaasan dan keburukan, atau memiliki ciri dan dampak tertentu yang tidak terdapat di waktu lainnya. Bila ada riwayat hadis yang menunjukkan hal berbeda dengan apa yang telah dijeslakan, maka hal itu bisa diangap sebagai kondisi taqiyyah atau ditolak sama sekali.\u201d<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"5\">\n<li>Ayatullah Haj Mirza Javad Agha Maleki Tabrizi:<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cSebagaimana diketahui bahwa di bulan Safar, khususnya di hari Rabu terakhir bulan tersebut, merupakan hari kesialan dan tidak ada riwayat mengenai hal tersebut. Bisa jadi hal itu karena bertepatan dengan wafatnya Rasulullah SAW pada 28 Safar. Atau juga karena sabda Rasulullah SAW yang berbunyi: \u201cBarang siapa yang memberiku kabar gembira dengan berakhinya bulan Safar, maka aku akan memberinya kabar gembira tentang surga.\u201d sehingga dapat membuktikan adanya hal ini. Dan ketika kenaasan bulan Safar terbukti benar, hendaknya seseorang melakukan amalan yang dianjurkan dan berlindung kepada Allah. Bulan Safar dianggap sebagai musibah atau bencana besar karena di dalamnya bertepatan dengan wafatnya Rasulullah SAW dan hilangnya kebahagiaan masyarakat saat hidup bersamanya serta adanya penyimpangan masyarakat setelah wafatnya.\u201d<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"6\">\n<li>Ayatullah Shafi Golpayegani:<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cTentu saja, hal seperti ini tidaklah pasti, dan secara umum, memberi sedekah kepada orang miskin adalah penangkal bencana.\u201d<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"7\">\n<li>Ayatullah Fadhil Langgarani:<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cTidak ada bukti tentang keberadaan hal tersebut, dan seumpama hal itu benar, persoalannya dapat diselesaikan dengan bersedekah.\u201d<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"8\">\n<li>Ayatullah Sistani:<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cBersedekah lah untuk menangkal kesialan yang mungkin terjadi, Tidak ada kebenaran atau bukti jelas mengenai apa yang diriwayatkan mengenai ibadah khusus pada hari itu.\u201d<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"9\">\n<li>Ayatullah Bahjat:<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cKenaasan itu ada benarnya dan bersedekah serta berdoa dalam kondisi seperti ini sangat bermanfaat.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<div id=\"themify_builder_content-11344\" data-postid=\"11344\" class=\"themify_builder_content themify_builder_content-11344 themify_builder themify_builder_front\">\n\n\t<\/div>\n<!-- \/themify_builder_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>AZ_____ Dalam beberapa sumber disebutkan bahwa bulan Safar dikenal dengan bulan naas, terutama pada empat hari terakhir di bulan tersebut yang bertepatan dengan hari wafatnya Rasulullah SAW. Mengenai alasan mengapa bulan Safar disebut sebagai bulan naas, beberapa alasan disebutkan termasuk karena bulan itu bertepatan dengan wafatnya Nabi Muhammad SAW, syahidnya Imam Hasan dan Imam Ali [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":10287,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[155],"tags":[2299],"class_list":["post-11344","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kajian","tag-benarkah-hari-hari-terakhir-bulan-safar-itu-sial-apa-kata-ulama","has-post-title","no-post-date","has-post-category","has-post-tag","has-post-comment","has-post-author"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11344","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11344"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11344\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11350,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11344\/revisions\/11350"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10287"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11344"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11344"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11344"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}