{"id":11549,"date":"2023-12-23T15:05:00","date_gmt":"2023-12-23T08:05:00","guid":{"rendered":"http:\/\/ikmalonline.com\/?p=11549"},"modified":"2023-12-23T15:05:00","modified_gmt":"2023-12-23T08:05:00","slug":"koalisi-us-vs-houthi-genosida-perang-kanal-dan-resesi-ekonomi-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/koalisi-us-vs-houthi-genosida-perang-kanal-dan-resesi-ekonomi-dunia\/","title":{"rendered":"Koalisi US vs Houthi ; Genosida, Perang Kanal dan Resesi Ekonomi Dunia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-11550\" src=\"http:\/\/ikmalonline.com\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/bab-al-mandab_20180802_154650-300x168.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"168\" srcset=\"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/bab-al-mandab_20180802_154650-300x168.jpeg 300w, https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/bab-al-mandab_20180802_154650.jpeg 700w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>MM-Benarkah Houthi-Yaman ingin menghancurkan kesejahteraan dan perekonomian dunia. Bukankah rakyat Houthi Yaman yang miskin butuhkan kesejahteraan. Bukankah orang-orang Arab bersarung ini sedang dipaksa menghentikan genosida Israel-US di Gaza karena mandulnya resolusi PBB. Bukankah orang-orang bersenjata badik ini justru mewakili masyarakat internasional. Bukankah orang-orang tradisonal ini sedang mengaktualkan suara demokrasi dunia yang menghendaki genjatan senjata-bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Mentalitas Houthi-Yaman Arab yang tertindas ini memang Arab tulen. Entitas ini tidak diakui sebagai negara oleh para penguasa PBB, meski secara defacto menguasai secara luas wilayah Yaman. Telah dikeroyok oleh oleh koalisi Arab Saudi selama 9 tahun. Tetapi hebatnya, entitas ini selolah mewakili negara dan rakyat Liga Arab yang mandul melawan genosida Israel di Gaza.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Mereka berusaha keras menghentikan genosida Israel-US di Gaza dengan beragam taktik. Menyerang Pelabuhan Eilat Israel dengan drone dan misil. Sebagian lolos, sebagian lagi di cegat kapal perang US. Houthi-Yaman tidak menyerah, mengubah taktik mengambil alih dan menghancurkan kapal kargo yang hanya menuju Israel. Strategi ini bertujuan untuk mengganggu perekonomian Israel sehingga Netanyahu-Biden mau menghentikan genosida di Gaza.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Houthi-Yaman tidak berniat menarjet terjadinya resesi ekonomi dunia. Tetapi resesi ekonomi dunia bisa saja terjadi, jika terjadi perang kanal di laut merah seperti perang suez tahun 1956. Tanggal 29 oktober 1956 gabungan tentara Israel, Inggris dan Prancis menang melawan Mesir. Houthi-Yaman menjelang natal 2023 dan tahun baru 2024 siap mengamankan kanal bab al mandab melawan 10 negara koalisi US.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Narasi Perompak<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Niat rakyat Yaman yang miskin, polos, murni dan berani ini kini di ubah narasinya menjadi langkah pembajak yang mengganggu dan melawan navigasi dan kesejahteraan perdagangan dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Langkah berani Houthi ini dianggap illegal dan ceroboh oleh \u00a0\u00a0Secretary of Defense US, Lloyd J. Austin III.\u00a0 \u201cSaya berbicara dengan Menteri SebLecornu kemarin untuk membahas ancaman berkelanjutan yang ditimbulkan oleh serangan Houthi di Laut Merah. Perancis dan Amerika Serikat bekerja sama untuk mengatasi serangan-serangan yang sembrono dan ilegal ini serta menjamin keselamatan para pelaut dan pelayaran global.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Resesi ekonomi dunia justru akan terjadi, pintunya kini telah di buka oleh Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin yang mengumumkan \u201cOperation Prosperity Guardian\u201d pada tanggal 18 Desember untuk melawan dan menghabisi Houthi. Membentuk koalisi multi-nasional dengan alasan \u201cuntuk menegakkan prinsip dasar kebebasan navigasi\u201d di Laut Merah oleh Satgas 153. Wilayah operasinya meliputi Laut Merah, Bab al-Mandab, dan Teluk Aden.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Mayor Jenderal Angkatan Udara Pat Ryder pada konferensi pers Pentagon mengatakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cSangat penting untuk memahami bahwa Houthi tidak hanya menyerang satu negara, mereka benar-benar menyerang komunitas internasional,\u201d kata Ryder. \u201cMereka menyerang kesejahteraan ekonomi dan kemakmuran negara-negara di seluruh dunia. Jadi sebenarnya mereka menjadi bandit di sepanjang jalan raya internasional yaitu Laut Merah.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">AS berulang kali meminta komunikasi langsung dengan Republik Yaman di Sana\u2019a, namun ditolak. Yaman akan di beri kompensasi pembukaan Bandara Sana dan Pelabuhan. Tidak menutup kemungkinan upaya perluasan militerisasi US-Nato karena pertimbangan perang koridor Ekonomi lebih lanjut \u2013 operasi bisa diperluas mulai dari Mediterania hingga Terusan Suez, Teluk Aqaba, Laut Merah, Teluk Aden, Laut Arab, dan Teluk Persia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sejauh ini, Washington sepertinya lebih memilih bertaruh pada kemungkinan terjadinya resesi global dibanding gencatan senjata-kemanusiaan di Gaza. Resesi ekonomi justru berkontribusi akan mempercepat keruntuhan ekonomi yang meluas di negara-negara eropa Barat, yang berarti peningkatan aktualisasi sistem multipolaritas dunia yang lebih cepat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Aliansi AS yang telah diumumkan terdiri dari Inggris, Bahrain, Kanada, Prancis, Italia, Belanda, Norwegia, Seychelles, dan Spanyol melawan Houthis-Yaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jenderal Frank McKenzie, mantan kepala Komando Pusat AS, mengatakan pemerintahan Biden perlu merespons dengan lebih tegas sebelum kita mencapai titik tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cTerkadang Anda harus melakukan lemparan,\u201d kata McKenzie dalam wawancara dengan Politico. \u201cAnda tidak bisa menangkap ikan selamanya, karena pada akhirnya hukum rata-rata akan berbalik melawan Anda, dan Anda akan mengalami peningkatan eskalasi yang signifikan di atas kapal, dan kemudian Anda akan dipaksa melakukan hal yang lebih signifikan lagi. tingkat respons.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Berbeda dengan Scott Ritter, veteran tentara US yang kritis ini memberi statemen tegas, aliansi US tidak akan menang melawan Houthi, sebagaimana Israel tidak akan bisa melenyapkan Hamas. Houthi tidak perlu alustista yang seimbang, memiliki kapal induk, aneka kapal perang, pesawat terbang sekelas F 35, atau memiliki aneka jenis bom seperti yang di kirim US untuk Israel untuk menggenosida bayi, anak kecil, perempuan Gaza.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Wilayah sempit laut merah kurang lebih sama dengan teluk Persia. Laut Merah terletak di antara Afrika Utara, Afrika Timur dan Asia Barat. Kedalaman rata-rata 490 m, sepanjang 2.250 KM, area permukaan laut 438.000 km. Saluran air laut di Samudera Hindia. Terhubung dengan laut berada di selatan, melalui selat Bab el Mandeb dan Teluk Aden. Di sebelah utaranya terletak Semenanjung Sinai, Teluk Aqaba, dan Teluk Suez. Dikelilingi negara-negara Basin; Djibouti, Egypt, Eritrea, Ethiopia, Saudi Arabia, Sudan, Yemen, Somalia, Israel, and Jordan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Misil dan drone Houhis tidak perlu di lontarkan dari kapal laut perang standar, tapi dari tepi laut atau garis aman daratan. Hanya jika perlu kombinasi, kapal-kapal kecil bisa menyerang kapal Nato dengan peluru kendali sekaligus menguasainya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Gagasan menimpakan kerugikan Angkatan laut US dan Nato di laut merah, simulasinya sama dengan di teluk Persia yang diperagakan dalam setiap latihan pasukan gabungan Iran, yang sudah mempertontonkan mampu menenggelamkan aneka kapal perang sekaligus kapal induk yang sedang bergerak pelan dimanapun. Baik dengan misil berpresisi, rudal balistik kapal laut, ranjau dan drone.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Semakin banyak kapal perang Nato mendekat tepi laut Yaman, semakin banyak peluang Houthi menembaknya.\u00a0 Jikapun Nato berminat menguasai Yaman dengan serangan darat, ribuan pasukan Houthis-Yaman sudah menunggu di tepi laut. Houti-Yaman menunggu kapal-kapal perang asing Eropa merengsek masuk Bab-el-Mandeb. Sebuah Gerbang Duka atau Gerbang Air Mata, terletak di selat antara Yaman di Jazirah Arab, Djibouti, dan Eritrea di Tanduk Afrika. Lokasi yang menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden dan juga ke India<strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Dampak Ekonomi Israel<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Situasi keamanan di Laut Merah memang menjadi sulit setelah Houthi mulai menyerang semua kapal kargo yang menuju Israel sebagai tanggapan atas tindakan genosida Israel terhadap warga Gaza. Dampak ekonomi Israel jangka pendek dan panjang tentu saja langsung berefek. Sekali lagi Houthi-Yaman tidak ingin menarjet resesi dunia sebagaimana narasi Pentagon. Tujuanya jelas, memaksa Israel menghentikan genosida di Gaza. Langkah berani Houti-Yaman ini secara tidak langsung mewakili aspirasi mayoritas anggota PBB yang menyetujui genjatan senjata di Gaza.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pelabuhan Israel, Eilat, telah kehilangan sekitar 85% pendapatannya karena serangan Houthi, kata direktur Pelabuhan. Yoram Sebba, Presiden Kamar Pengiriman Israel, mengungkapkan dirinya bingung dengan taktik \u201crumit\u201d Ansarullah dan kriteria \u201ctidak diungkapkan\u201d yang telah menimbulkan \u201cketidakpastian total\u201d..<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sekitar 70 % hingga 90 % impor Israel berasal dari laut menggunakan kapal kargo, 40% kapal ini melalui laut merah. Setengah impor Israel melalui laut merah. Israel sedang membangun Pelabuhan internasional Haifa untuk re-ekspor gas dan minyak ke Eropa. UAE dan Cina yang ingin berinvestasi, termasuk Pelabuhan Eilat akan berpikir ulang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Daerah ini selalu panas. Tahun 2006, Hisbullah perang sendiri, tahun 2014, 2021, Gaza sendiri, tapi sekarang, Libanon, Iraq, Suriah dan Yaman melawan Israel. Dalam jangka pendek dan panjang akan berefek pada ekonomi Israel, plus eksistensi Israel.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Dampak Ekonomi Dunia<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Banyak pakar sudah memprediksi dampak ekonomi global akibat kemungkinan perang kanal laut merah antara NATO vs Houthi-Yaman. Tetapi harus dibedakan dengan jelas, dampak ekonomi Israel yang sedang berlangsung dan potensi resesi dunia yang belum terjadi. Langkah koalisi US melawan Houti-Yaman sebenarnya ingin menyelamatkam ekonomi Israel, dan memperpanjang masa genosida di Gaza. Kapal kargo yang tidak terlibat langsung dengan genosida Gaza tidak akan di tarjet. Namun, jika koalisi US benar-benar menggenosida rakyat Yaman, kemungkinan Bab al-Mandeb akan di tutup denga ranjau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Beberapa perusahaan pelayaran dunia memang telah bereaksi menghindari laut merah. Diantaranya, Hapag-Lilyod (Denmark), Mediterranean Shipping Company, CMA CGM (perusahaan Prancis), Maersk (Denmark), BP (Inggris).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Raksasa pelayaran Taiwan Yang-Ming Marine Transport Corporation awalnya berencana mengubah rute kargo tujuan Israel ke pelabuhan Ashdod. Kemudian mereka menghentikan pengiriman apa pun ke tujuan Israel mana pun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sekitar 12% perdagangan global melewati Laut Merah, termasuk 30% lalu lintas peti kemas global dan barang senilai $1 triliun setiap tahunnya. Bab el-Mandeb dengan lebar 29 km (18 mil) dan titik tersempitnya merupakan rute penting bagi perdagangan internasional, 10% minyak mentah dunia mengalir melalui jalur ini \u2013 yang berarti setiap gangguan akan menjadi masalah ekonomi global. Akibat masalah keamanan di kawasan Selat Bab el-Mandeb, otomatis Terusan Suez, salah satu jalur transportasi terbesar di dunia, akan menderita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Laut Merah yang berubah warna menjadi merah juga akan menyebabkan krisis energi global bisa semakin memburuk. Setidaknya empat juta barel minyak dan 12% dari total perdagangan global melalui laut ke Barat transit di Bab al-Mandeb setiap hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kesulitan pelayaran di Laut Merah terutama akan mempengaruhi perekonomian Mesir. Penyumbatan Terusan Suez selama seminggu pada tahun 2021 telah merugikan dunia sebesar $10 miliar. Kali ini, jumlah kerusakannya bisa jauh lebih besar. Perekonomian Yordania juga menderita akibat krisis yang semakin meningkat. Penanganan kargo di pelabuhan Aqaba menurun 16% bulan lalu. Jumlah kapal yang tiba di pelabuhan Aqaba, yang merupakan satu-satunya jalan keluar Yordania menuju laut, menurun sebesar 14%.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Perekonomian negara-negara UE sudah mengalami penurunan yang serius. Utang nasional AS mencapai lebih dari $33 triliun, dan era status mata uang cadangan dolar AS dalam perdagangan global akan segera berakhir. Penurunan perdagangan global sebesar 12% dalam semalam hampir pasti akan menyebabkan negara-negara ini mengalami depresi ekonomi yang setara dengan depresi besar yang terjadi hampir 100 tahun yang lalu. Perang ekonomi dan perang militer adalah dua sisi dari mata uang yang sama<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sejauh ini, di satu sisi, Yaman sebenarnya menguasai Laut Merah. Namun tandem UEA-Saudi-Yordania, memiliki alternatif \u2013 koridor darat kargo yang dibangun dari pelabuhan Jebel Ali di Teluk Persia melintasi Arab Saudi ke Yordania dan kemudian Israel.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Koridor ini menggunakan teknologi logistik dari Trucknet: praktiknya adalah konektivitas darat berbasis truk, yang mengurangi waktu transportasi dari 14 hari melalui Laut Merah menjadi maksimal 4 hari perjalanan, 300 truk sehari, setiap hari. Yordania tentu saja ikut serta, mengoperasikan trans-shipment dari UEA dan Arab Saudi. Namun koridor ini \u00a0tidak dan belum diumumkan resmi, karena menginformasikan artinya partisipasi langsung genosida terhadap warga Gaza.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<div id=\"themify_builder_content-11549\" data-postid=\"11549\" class=\"themify_builder_content themify_builder_content-11549 themify_builder themify_builder_front\">\n\n\t<\/div>\n<!-- \/themify_builder_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MM-Benarkah Houthi-Yaman ingin menghancurkan kesejahteraan dan perekonomian dunia. Bukankah rakyat Houthi Yaman yang miskin butuhkan kesejahteraan. Bukankah orang-orang Arab bersarung ini sedang dipaksa menghentikan genosida Israel-US di Gaza karena mandulnya resolusi PBB. Bukankah orang-orang bersenjata badik ini justru mewakili masyarakat internasional. Bukankah orang-orang tradisonal ini sedang mengaktualkan suara demokrasi dunia yang menghendaki genjatan senjata-bantuan kemanusiaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[341],"tags":[],"class_list":["post-11549","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-aktual","has-post-title","no-post-date","has-post-category","has-post-tag","has-post-comment","has-post-author"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11549","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11549"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11549\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11551,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11549\/revisions\/11551"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11549"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11549"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11549"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}