{"id":5687,"date":"2017-08-02T12:54:52","date_gmt":"2017-08-02T05:54:52","guid":{"rendered":"http:\/\/ikmalonline.com\/?p=5687"},"modified":"2017-08-02T22:59:12","modified_gmt":"2017-08-02T15:59:12","slug":"abu-thalib-yang-dibanggakan-ali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/abu-thalib-yang-dibanggakan-ali\/","title":{"rendered":"Abu Thalib yang Dibanggakan Ali"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-5688\" src=\"http:\/\/ikmalonline.com\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/mukmin-quraisy-300x300.jpg\" alt=\"Abu Thalib yang Dibamggakan Ali\" width=\"300\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/mukmin-quraisy-300x300.jpg 300w, https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/mukmin-quraisy-150x150.jpg 150w, https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/mukmin-quraisy-60x60.jpg 60w, https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/mukmin-quraisy.jpg 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 16px\">Asbagh bin Nabatah menyampaikan: \u201cSaya mendengar Amirul mu`minin Ali as berkata, \u201cDemi Allah, ayahku, kakekku Abdul Muthalib, Hasyam dan Abdu Manaf tidak pernah sekali pun menyembah berhala.\u201d<\/span><\/p>\n<p>\u201cLalu, apa yang mereka sembah?\u201d, tanya mereka.<\/p>\n<p>Beliau menjawab, \u201cMereka melakukan shalat menghadap Baitullah, atas agama Ibrahim dan berpegangan padanya.\u201d<\/p>\n<p>Imam Shadiq berkata: \u201cAbu Thalib menampakkan kufur dan menyembunyikan iman..\u201d. Beliau menyampaikan, \u201cAmirul mu`minin Ali dengan bangga meriwayatkan syair Abu Thalib.. Dan ia mengatakan, \u201cPelajarilah dan ajarkanlah (tentang dia) itu kepada anak-anakmu. Sesungguhnya ia (Abu Thalib) berpegang pada agama Allah, dan pada dirinya terdapat banyak ilmu.\u201d<\/p>\n<p>Keislaman Abu Thalib terbukti bahwa ketika orang-orang mengatakan bahwa Abu Thalib seorang kafir, lalu Ali bin Abi Thalib kw berkata, \u201cMereka itu bohong! Mana mungkin beliau seorang kafir, sementara beliau mengatakan:<\/p>\n<p>\u0627\u0644\u0645 \u062a\u0639\u0644\u0645\u0648\u0627 \u0627\u0646\u0627 \u0648\u062c\u062f\u0646\u0627 \u0645\u062d\u0645\u062f\u0627 \u0646\u0628\u064a\u0627 \u0643\u0645\u0648\u0633\u0649 \u062e\u0637 \u0641\u064a \u0627\u0648\u0644 \u0627\u0644\u0643\u062a\u0628<\/p>\n<p>\u201cTidak tahukah kalian bahwa kami mendapati Muhammad itu seorang nabi seperti Musa, telah tercatat di dalam kitab terdahulu.\u201d<\/p>\n<p>Mana mungkin Abu Thalib seorang kafir, sementara beliau sendiri mengatakan:<\/p>\n<p>\u0644\u0642\u062f \u0639\u0644\u0645\u0648\u0627 \u0627\u0646 \u0627\u0628\u0646\u0646\u0627 \u0644\u0627 \u0645\u0643\u0630\u0628 \u0644\u062f\u064a\u0646\u0627 \u0648\u0644\u0627 \u064a\u0639\u0628\u0627 \u0628\u0642\u064a\u0644 \u0627\u0644\u0627\u0628\u0627\u0637\u0644<\/p>\n<p>\u0648\u0627\u0628\u064a\u0636 \u064a\u0633\u062a\u0633\u0642\u064a \u0627\u0644\u063a\u0645\u0627\u0645 \u0628\u0648\u062c\u0647\u0647 \u062b\u0645\u0627\u0644 \u0627\u0644\u064a\u062a\u0627\u0645\u0649 \u0639\u0635\u0645\u0629 \u0644\u0644\u0627\u0631\u0627\u0645\u0644<\/p>\n<p>\u201cMereka sudah tahu bahwa putra kami (Muhammad saw) tidak kami dustakan dan ia tak peduli dengan perkataan kaum batil. Cahaya di wajahnya menyirami hati yang gundah, melindungi anak-anak yatim dan mengayomi para janda.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Benarkah Ia Bernama Abdu Manaf?<\/strong><\/p>\n<p>Sayed Ja\u2019far Murtadha Amili dalam \u201cShahih min Sirah al-Imam \u2018Ali\u201d mengatakan: \u201cSekiranya \u201cAbdu Manaf\u201d adalah julukannya, niscaya ia dikenal dengan nama itu. Nama aslinya adalah Mughirah. Hal percaya atau tak percaya terkait julukannya itu mereka tidak mempersoalkannya dan tidak mengkaji kebenarannya!<\/p>\n<p>Sesungguhnya penamaan Abdu Manaf baginya mengindikasikan bahwa putranya yang bernama itu bukan seorang yang bertauhid. Tetapi, bahwa ia (Abu Thalib) seorang penyembah berhala! Mereka telah mengatakan, \u201cManaf artinya patung berhala, dan karena itu ia dinamai Abdu Manaf.\u201d Sekiranya ia terima dengan nama itu setelah masa dewasanya, hal ini juga membawa indikasi yang sama. Yaitu, bahwa dia bukan seorang yang bertauhid.\u201d<\/p>\n<p>Persoalan tersebut barangkali dapat dijawab dengan berikut ini:<\/p>\n<p>1-Ia dinamakan Abdu Manaf, karena <em>an\u00e2fa \u2018ala an-nas<\/em>; mulia (kedudukannya) di atas orang-orang.<\/p>\n<p>Zubaidi mengatakan: \u201cJabal \u2018ali al-man\u00e2f (bukit yang tinggi menjulang). Contoh lain dari kata ini adalah \u201cabdu man\u00e2f\u201d (hamba yang tinggi; mulia).\u201d Demikian dinukil oleh Zamakhsyari. Maka tak ada bukti satu pun bahwa Abdu Manaf, dinamakan demikian berafiliasi dengan patung berhala.<\/p>\n<p>2-Teks yang menunjukkan bahwa nama Abdu Manaf bin Qushai adalah julukan baginya (Abu Thalib) di masa dewasanya. Lalu Zubaidi menambahkan perkataannya di atas: \u201cIa dinamai Abdu Manaf, karena ibunya telah mempersembahkan dia pada berhala.. \u2013sampai pada kalimat- Nama Abdu Manaf adalah al-Mughirah.\u201d Demikian menunjukkan bahwa ayah Abu Thalib tidak menamai dia dengan nama Abu Manaf.<\/p>\n<p>Mungkin yang dimaksud \u201c<em>ummuhu<\/em> (ibunya)\u201d \u2013yang telah mempersembahkan dia pada berhala, dalam perkataan Zubaidi, adalah ibu susunya. Karena ada asumi bahwa ibu kandung yang melahirkan Abu Thalib, seorang yang bertauhid dan tidak memuja berhala. Namun, kita katakan bahwa ibu susunya pun bukan seorang penyembah berhala.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Sikap Abu Thalib atas Keislaman Ali kw<\/strong><\/p>\n<p>Setelah nabi Muhammad saw diangkat oleh Allah menjadi rasul-Nya, dan berdakwah menyampaikan risalah sucinya, dimulai dari keluarga lalu para kerabatnya. Di tengah mereka, lelaki pertama yang beriman kepada beliau adalah Ali bin Abi Thalib kw. Lalu, bagaimana sikap ayahnya, Abu Thalib, terhadap keislaman putranya ini?<\/p>\n<p>Perhatikan beberapa hadis yang menyinggung masalah ini:<\/p>\n<p>1-Diriwayatkan dari Ali kw bahwa: ketika Abu Thalib melihat putranya bersama Nabi saw bersujud! Imam Ali menceritakan, \u201cBeliau kemudian menarik tanganku, seraya berkata, \u201cTahukah kamu, bagaimana kamu membela dia (Muhammad saw)?\u201d Beliau memotifasiku dalam hal ini..\u201d<\/p>\n<p>Dalam riwayat lain; Ketika Abu Thalib memergoki Nabi saw dan Ali melakukan shalat di bukit Mekah di bahwa matahari, ia berkata kepada Ja\u2019far (putranya, saudara Ali), \u201cShalatlah di sisi putra pamanmu (Muhammad saw)!\u201d<\/p>\n<p>2-Riwayat lainnya di bagian akhir; suatu hari Abu Thalib lewat mendapati keduanya mengerjakan shalat. Ia bertanya kepada Rasulullah saw, \u201cDuhai keponakanku, agama apakah ini yang aku lihat engkau mengikutinya?\u201d<\/p>\n<p>Rasulullah menjawab, \u201cPamanku, ini agama Allah, agama para malaikat-Nya, agama para rasul-Nya, agama Bapak kita nabi Ibrahim (as).\u201d<\/p>\n<p>Diceritakan; ia juga pernah bertanya hal yang sama kepada putranya. Ali kw menjawab, \u201cWahai ayah, aku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Aku percaya pada apa yang dia bawa; aku shalat bersamanya karena Allah, dan aku mengikuti dia\u201d<\/p>\n<p>Ia berkata kepada putranya ini, \u201cSesungguhnya dia (Muhammad saw) tidak mengajakmu kecuali pada kebaikan. Maka ikutilah dia!\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Referensi:<\/p>\n<p>Ash-Shahih min Sirah al-Imam Ali\/Sayed Murtadha Amili<\/p>\n<div id=\"themify_builder_content-5687\" data-postid=\"5687\" class=\"themify_builder_content themify_builder_content-5687 themify_builder themify_builder_front\">\n\n\t<\/div>\n<!-- \/themify_builder_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Asbagh bin Nabatah menyampaikan: \u201cSaya mendengar Amirul mu`minin Ali as berkata, \u201cDemi Allah, ayahku, kakekku Abdul Muthalib, Hasyam dan Abdu Manaf tidak pernah sekali pun menyembah berhala.\u201d \u201cLalu, apa yang mereka sembah?\u201d, tanya mereka. Beliau menjawab, \u201cMereka melakukan shalat menghadap Baitullah, atas agama Ibrahim dan berpegangan padanya.\u201d Imam Shadiq berkata: \u201cAbu Thalib menampakkan kufur dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":5688,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[117],"tags":[969],"class_list":["post-5687","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah","tag-abu-thalib","has-post-title","no-post-date","has-post-category","has-post-tag","has-post-comment","has-post-author"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5687","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5687"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5687\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5703,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5687\/revisions\/5703"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5688"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5687"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5687"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5687"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}