{"id":5997,"date":"2017-08-30T12:48:26","date_gmt":"2017-08-30T05:48:26","guid":{"rendered":"http:\/\/ikmalonline.com\/?p=5997"},"modified":"2017-08-30T12:48:26","modified_gmt":"2017-08-30T05:48:26","slug":"asma-illahi-dalam-perspektif-irfan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/asma-illahi-dalam-perspektif-irfan\/","title":{"rendered":"Asma Illahi Dalam Perspektif \u2018Irfan"},"content":{"rendered":"<div id=\"attachment_5998\" style=\"width: 261px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-5998\" class=\"size-full wp-image-5998\" src=\"http:\/\/ikmalonline.com\/wp-content\/uploads\/2017\/08\/nama.jpg\" alt=\"asma Allah\" width=\"251\" height=\"201\" \/><p id=\"caption-attachment-5998\" class=\"wp-caption-text\">asma Allah<\/p><\/div>\n<p>Nama-nama Allah (selanjutnya ditulis Asma Ilahi) adalah salah satu fondasi yang sangat penting dalam \u2018irfan teori (<em>\u2018irfan nazhari<\/em>). Kedudukannya dalam doktrin-doktrin irfan menjadi simpul bagi doktrin wahdatul wujud, aktifitas al-Haq, dan makhluk-makhluk-Nya serta <em>tajalli<\/em>-Nya.\u00a0 Dalam epistemologi <em>\u2018irfan,<\/em> puncak visi yang tertinggi adalah menyaksikan asma-asma Ilahi. Asma Ilahi juga menjadi fondasi bagi etika atau filsafat etika Islam. Tanpa memahami dan mengerti posisi asma Ilahi, maka filsafat etika Islam akan kehilangan status ontologi, epistemologi dan axiologinya.<\/p>\n<p>Menurut Mulla Sadra, setiap ilmu yang tidak didasarkan pada asma Ilahi maka ilmu itu akan menjadi hijab (<em>veil<\/em>). Tujuan diturunkan al-Quran juga salah satunya dan yang paling utama adalah mengenal asma Ilahi dan asma Ilahi yang hampir disebut di setiap ujung ayat al-Quran merupakan kata kunci untuk memahami ayat tersebut. Tulisan ini ingin mengantarkan untuk lebih dekat tentang asma Ilahi lewat dua tokoh filsuf dan \u2018irfan, yaitu Qaysari dan Mulla Sadra.<\/p>\n<p>Menurut Qaysari, \u00a0Al-Haq Yang Maha Suci sesuai dengan <em>syu\u2019unat <\/em>(konfigurasi) dan <em>tajalli-tajalli<\/em> (manifestasi) dalam martabat-martabat Ilahi\u00a0 dan selaras dengan <em>kulla yawmin huwa fi sya\u2019nin, <\/em>(setiap hari Ia selalu ada dalam urusan)\u00a0 memiliki sifat-sifat dan nama-nama yang selaras dengan urusan (syu\u2019unat) dan martabat-Nya.<\/p>\n<p>Ghulam Ali dalam komentarnya mengatakan bahwa\u00a0 <em>yawm<\/em> atau hari-hari al-Haq menggambarkan <em>tajalli-tajalli<\/em> atau <em>zuhur<\/em> (<em>disclosure<\/em>\/penampakan) yang menjadi keniscayaaan kesempurnaan-kesempurnaan dan segala perbuatan dari Zat. Setiap <em>tajalli al-Haq <\/em>itu mengandung <em>hukm<\/em> (properti) yang disebut dengan <em>sya\u2019nun<\/em>. Dan untuk <em>hukm <\/em>itu juga mengandung <em>atsar<\/em> (efek) ontologis yang selaras dengan tajalli tersebut.\u00a0 Atau juga ayat itu mengandung makna bahwa al-Haq memiliki martabat-martabat yang tidak mengubah-Nya. Ia mengalami perubahan via <em>tajalli-tajalli<\/em>-Nya, tapi tidak dalam Zat-Nya. \u00a0Ketika Tuhan memanifestasi kepada hamba-Nya, Tuhan disebut melakukan <em>tajalli<\/em>, sedang sang hamba disebut <em>hal<\/em>. Dalam <em>tajalli<\/em> itu yang mendominasi adalah salah nama dari nama-nama-Nya.<\/p>\n<p>Sementara Mulla Sadra memiliki pandangan yang sama bahwa al-Haq itu juga melakukan <em>tajalli<\/em> dan memiliki <em>syu\u2019un<\/em>. Hanya menambahkan secara azali dan abadi.\u00a0 <em>syu\u2019un<\/em> dan <em>tajalli<\/em>-Nya selalu baru (<em>mutajadidatun<\/em>) dan\u00a0 simultan (<em>muta\u2019aqibatun<\/em>).<\/p>\n<p>Mulla Sadra membedakan antara Zat, Sifat dan Asma.\u00a0 Zat yaitu hakikat sesuatu (<em>huwiyat syay<\/em>) dan modus ontologsi (<em>nahwu wujud khas<\/em>).\u00a0 Zat memiliki sifat-sifat sempurna yang esensial atau aksidental dan dari sifat yang kemudin diderivasi (<em>musytaq<\/em>) asma. Asma itu, fondasi (<em>mabda<\/em>)-nya berasal dari sifat-sifat.<\/p>\n<p>Adapun perbedaan antara sifat dan asma dalam konstruksi akal (<em>fi i\u2019tibari aqli<\/em>) seperti berbedanya antara komposisi (<em>murakab<\/em>) dan yang non-komposisi (<em>basith<\/em>) di luar; konsep Zat al-Haq inheren dalam konsep asma, dan tidak inheren dalam konsep sifat.<\/p>\n<p>Qaysari menjelaskan bahwa asma itu adalah\u00a0 Zat (Tuhan) plus sifat-sifat tertentu serta dengan mengasumsikan <em>tajalli<\/em>-Nya.\u00a0 Ar-Rahman itu adalah Zat yang memiliki rahmat. Qahhar adalah Zat yang memiliki <em>qahr<\/em> (amarah) dan seterusnya.<\/p>\n<p>Lewat prinsip <em>ashalat wujud,<\/em> Mulla Sadra mengelaborasi rangkaian wujud, gradasi wujud, <em>wajibul wujud<\/em> dan kemudian menjelaskan bahwa <em>wajibul wujud<\/em> dikarunia oleh\u00a0 segala\u00a0 kesempurnaan yang tidak menjauhkan dari ketunggalan-Nya.<\/p>\n<p>Dalam doktrin <em>\u2018irfan<\/em> secara umum, asma-asma itu adalah merupakan <em>ta\u2019ayun <u>(aktualisasi)<\/u><\/em> Ilahi. Menurut Amin Zadeh, <em>ta\u2019ayun<\/em> awal, yaitu\u00a0 <em>tajalli \u2018ilmi<\/em> Tuhan; al-Haq mengetahui diri-Nya secara mutlak dan secara integral\u00a0 yang menghimpuan seluruh kesempurnaan secara ijmak; yang tidak terdistingsi antara satu dan yang lain.\u00a0 Dalam <em>ta\u2019ayun<\/em> kedua, Al-Haq\u00a0 mengetahui diri-Nya yang tak terbatas\u00a0 dan menyaksikan atau menyadari seluruh kesempurnaan diri-Nya secara terperinci (<em>tafshil<\/em>). Ilmu Tuhan tentang dirinya itu dalam bahasa modern sering diganti dengan kesadaran (consiousness).<\/p>\n<p>Amin Zadeh mengutip Jami yang mengatakan dalam Asy\u2019at al-Lama\u2019at mengatakan:\u00a0 Ia \u00a0(Zat al-Haq) memiliki martabat-martabat menurun (<em>maratib tanazul<\/em>), baik dalam level ilmu (<em>ta\u2019ayun haq<\/em>) atau level ontologis (<em>ta\u2019ayun khalqi<\/em>). Lantaran penurunan itulah, al-Haq dapat dijangkau oleh <em>syuhud<\/em> dan <em>kasf<\/em>.<\/p>\n<p>Al-Haq selalu hadir dalam setiap momen. Kehadiran Tuhan ada dimana-mana. Al-Haq hadir dimana-mana dan menyapa siapapun dan apapun. Tidak ada yang lepas dari perhatian dan ilmu-Nya. <em>Tajalli<\/em>-Nya yang tidak pernah berulang dan selalu baru mengindikasikan nama-nama zahir dan batin. Yang batin menjadi zahir dan yang zahir menjadi batin.<\/p>\n<p>Yang ada di luar seluruhnya\u00a0 ada di bawah dominasi asma az-Zahir dari aspek realitas eksternalnya dan al-Haq dari aspek kehadiran ekternal-Nya adalah Yang Zahir itu sendiri\u00a0 sebagaimana dari aspek ketersembunyian-Nya adalah yang Batin itu sendiri.<\/p>\n<p>Asma-asma Ilahi itu sangat komplek dan memiliki kategori-kategori yang bervariasi dan sangat luas. Misalnya Asma <em>Af\u2019al<\/em>\u00a0 ada yang tidak pernah terhenti hukumnya, efeknya tidak pernah putus, azali dan abadi, seperti asma\u00a0 yang mendominasi\u00a0 ruh-ruh suci dan jiwa-jiwa <em>malakutiyah<\/em> dan ada juga yang tidak azali tapi abadi seperti asma yang mendominasi akhirat. Akhirat adalah <em>tajalli<\/em> dari asma al-Akhir.<\/p>\n<p>Ada juga induk (<em>ummahat<\/em>) asma,\u00a0 yaitu empat nama, a-awwal, al-akhir, azzahir dan al-batin\u00a0 yang dihimpun dalam nama Allah dan ar-Rahman.\u00a0 Ada juga asma <em>yagn<\/em> disebut <em>mafatih al-Gayb<\/em>\u00a0 yang hanya diketahui oleh Al-Haq saja, aqtab dan al-kummal. Dan asma itu juga diklasifikasikan juga menjadi asma zat, asma sifat dan asma <em>af\u2019al<\/em>.\u00a0 Salah satu indikasi akurat signifikasninya asma Ilahi adalah anjuran-anjuran munajat dan berdoa agar selalu menyertakan asma-asma Ilahi.\u00a0 Allah mengatakan, \u2018<em>Katakanlah berdoalah dengan nama Allah atau nama ar-Rahman dengan dengan nama apapun itu adalah asma-asma-Nya yang terindah.\u2019<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Nano<\/p>\n<div id=\"themify_builder_content-5997\" data-postid=\"5997\" class=\"themify_builder_content themify_builder_content-5997 themify_builder themify_builder_front\">\n\n\t<\/div>\n<!-- \/themify_builder_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nama-nama Allah (selanjutnya ditulis Asma Ilahi) adalah salah satu fondasi yang sangat penting dalam \u2018irfan teori (\u2018irfan nazhari). Kedudukannya dalam doktrin-doktrin irfan menjadi simpul bagi doktrin wahdatul wujud, aktifitas al-Haq, dan makhluk-makhluk-Nya serta tajalli-Nya.\u00a0 Dalam epistemologi \u2018irfan, puncak visi yang tertinggi adalah menyaksikan asma-asma Ilahi. Asma Ilahi juga menjadi fondasi bagi etika atau filsafat etika [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":17,"featured_media":5998,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[125],"tags":[1031],"class_list":["post-5997","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-irfan","tag-asmaul-husna","has-post-title","no-post-date","has-post-category","has-post-tag","has-post-comment","has-post-author"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5997","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/users\/17"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5997"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5997\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5999,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5997\/revisions\/5999"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5998"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5997"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5997"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5997"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}