{"id":6432,"date":"2017-10-19T17:10:33","date_gmt":"2017-10-19T10:10:33","guid":{"rendered":"http:\/\/ikmalonline.com\/?p=6432"},"modified":"2017-10-19T20:22:24","modified_gmt":"2017-10-19T13:22:24","slug":"putri-sang-haidar-yang-tak-gentar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/putri-sang-haidar-yang-tak-gentar\/","title":{"rendered":"Putri Sang Haidar yang tak Gentar"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-6433\" src=\"http:\/\/ikmalonline.com\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/16-57-46-3152633_189.jpg\" alt=\"Zainab Putri Ali Tak Gentar Terhadap Penguasa\" width=\"254\" height=\"184\" \/><\/p>\n<p>\u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0628\u064e\u0644\u0651\u0650\u063a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0631\u0650\u0633\u0627\u0644\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0647\u0650 \u0648\u064e \u064a\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u0627 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u0627\u064b \u0625\u0650\u0644\u0627\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0647\u064e \u0648\u064e \u0643\u064e\u0641\u0649\u200f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0647\u0650 \u062d\u064e\u0633\u064a\u0628\u0627\u064b<br \/>\n\u201cOrang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan tidak merasa takut kepada seorang (pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan.\u201d (QS: al-Ahzab 39)<br \/>\nKufah, sesampai Muslim duta al-Husain di sana, penduduknya kemudian mengabaikan dia. Tetapi tidak demikian yang dilakukan seorang perempuan dari mereka bernama Thauah. Ia menerima Muslim singgah di dalam rumahnya dengan sebaik-baik sambutan.<br \/>\nPerempuan itu kemudian menyuruh putranya supaya membela Imam Husain as: Nak, pergilah berperang bela putra Rasulullah saw hingga engkau terbunuh.<br \/>\nSaat anak itu sampai di depan Imam Husain, beliau berkata: Ia masih sangat muda. Ayahnya telah terbunuh. Ibunya mungkin tak rela dia pergi<br \/>\nAnak itu menyahut, Ibu menyuruh saya datang (untuk membela Anda) wahai putra Rasulullah!<br \/>\nSelain Thauah di dalam pengorbanan seorang ibu, yang mempersembahkan putranya kepada al-Husain cucu Nabi saw, di Karbala Ummu Wahab al-Kalbi berkata kepada putranya, Bangkitlah wahai anakku, belalah putra Fatimah binti Rasulullah!<br \/>\nSetelah anaknya syahid, Ummu Wahab menghampirinya. Membersihkan darah di wajah putranya. Dari sana saat Syimr melihat perempuan itu, dia perintahkan seseorang untuk membunuhnya. Ummu Wahab adalah wanita pertama yang terbunuh dalam membela Imam Husain.<br \/>\nSetelah Imam cucu kecintaan Rasulullah saw mencapai kesyahidan, dan para musuh menyerang keluarga Itrah dan syuhada, isteri Bakr bin Wail teriak di hadapan kabilah Bakr: Apakah akan menganiaya putri-putri Rasulullah? Lalu berseru: \u064a\u0627 \u0644\u062b\u0627\u0631\u0627\u062a \u0627\u0644\u0645\u0635\u0637\u0641\u0649; \u201cWahai para penuntut balas darah Rasulullah!\u201d Mungkin yang ingin ia sampaikan, \u201cAdakah atau tak sudikah umat membalas kaum yang menumpahkan darah keluarga Nabinya?\u201d<br \/>\nPara wanita itu adalah dewi-dewi Karbala. Mereka juga berperan dalam menyampaikan risalah ilahiah yang dibawa Rasulullah saw, dan membelanya. Ialah ajaran Islam, di dalamnya adalah perintah dan larangan Allah, di antaranya ialah kewajiban mencintai keluarga suci Nabi saw.<br \/>\nBani Umayah kemudian berupaya mengenalkan umat, bahwa al-Husain adalah seorang khawarij yang bangkit melawan khalifah Yazid. Mereka ingin mematahkan tongkat ketaatan kepada Imam Husain, dan memecah belah umat. Ibnu Ziyad bahkan mengatakan bahwa al-Husain seorang pendusta. Allah membunuhnya dan menolong Yazid \u2013na\u2019udzubillah min dzalik.<br \/>\nMendengar ucapan itu, Zainab putri Ali bin Abi Thalib bangkit membalas kata-kata keji itu:<br \/>\n\u0627\u0644\u062d\u0645\u062f \u0644\u0644\u0647 \u0627\u0644\u0630\u064a \u0627\u0643\u0631\u0645\u0646\u0627 \u0628\u0646\u0628\u064a\u0647 \u0645\u062d\u0645\u062f \u0648\u0637\u0647\u0631\u0646\u0627 \u0646\u0627 \u0644\u0631\u062c\u0633 \u062a\u0637\u0647\u064a\u0631\u0627 \u0648\u0627\u0646\u0645\u0627 \u064a\u0641\u062a\u0636\u062d \u0627\u0644\u0641\u0627\u0633\u0642 \u0648\u064a\u0643\u0630\u0628 \u0627\u0644\u0641\u0627\u062c\u0631 \u0648\u0647\u0648 \u063a\u064a\u0631\u0646\u0627 \u0648\u0627\u0644\u062d\u0645\u062f \u0644\u0644\u0647.<br \/>\nSegala puji bagi Allah yang telah memuliakan kami (Ahlulbait) dengan Nabi-Nya, Muhammad saw; mensucikan kami dari nista sesuci-sucinya. Sesungguhnya orang fasik akan tersingkap aibnya dan yang zalim berdusta, dan dia itu bukanlah kami. Walhamdulillah.<br \/>\nTuduhan keji (bahwa al-Husain seorang khawarij) itu pun dilontarkan kepada khalayak, oleh para kacung bani Umayah saat membawa kepala-kepala syuhada Karbala, dan menggiring keluarga syuhada sebagai tawanan mereka ke Syam. Klaim dusta itupun menuai hasil, tapi berjalan dalam waktu yang amat singkat.<br \/>\nSampai di Damaskus ibukota kekuasaan bani Umayah, di hadapan Yazid, risalah Muhammadi disampaikan oleh Zainab al-Aqilah. Di tengah pertemuan itu ia menjerit dengan suara pilu menyayat hati: Ya Husain, wahai kecintaan al-Mushthafa! Wahai putra Fatimah Zahra!<br \/>\nSeorang perawi menyampaikan: Demi Allah, ia membuat orang-orang hadir menangis, dan Yazid bergeming.<br \/>\nDiceritakan, seorang laki memberanikan diri berkata kepada Yazid, Wahai amirul mu`minin, berikan kepada saya wanita budak ini!\u201d (Yang dimaksud adalah Fatimah Shughra, pembawa riwayat ini).<br \/>\nMaka kakaknya, Zainab, menyergah pria itu, Demi Allah, kau bohong dan terkutuk! Tidak mungkin untukmu dan dia (Yazid)!<br \/>\nYazid naik darah dan berkata, Kalau aku mau, tentu aku melakukannya!<br \/>\nTidak mungkin, tegas Zainab. Allah tidak akan menyerahkan dia kepadamu saat kau telah keluar dari agama Islam dan memeluk agama lain<br \/>\nYazid membantah, Justru yang keluar dari agama ini adalah ayah dan saudaramu itu!<br \/>\nZainab berkata, Dengan agama Allah, agama datukku, ayahku dan saudaraku, tentulah kau, kakek dan ayahmu sudah mendapat petunjuk!\u201d<br \/>\nYazid menuduhnya sebagai musuh Allah. Lalu Zainab berkata: \u0627\u0645\u064a\u0631 \u064a\u0634\u062a\u0645 \u0638\u0627\u0644\u0645\u0627 \u0648\u064a\u0642\u0647\u0631 \u0628\u0633\u0644\u0637\u0627\u0646\u0647; \u201cSeorang penguasa mencela sewenang-wenang dan murka dengan kekuasaannya.<br \/>\nZainab putri Ali bin Abi Thalib tak merasa takut terhadap seorangpun di hadapan penguasa, Ia pun mempunyai misi tabligh, menyampaikan risalah suci dengan sebaik-baik cara. Ia telah menyampaikannya dengan tegas kepada bani Umayah musuh Ahlulbait Nabi saw.<\/p>\n<p>Referensi:<br \/>\nMaa ar-Rakbi al-Husaini, juz 5<\/p>\n<div id=\"themify_builder_content-6432\" data-postid=\"6432\" class=\"themify_builder_content themify_builder_content-6432 themify_builder themify_builder_front\">\n\n\t<\/div>\n<!-- \/themify_builder_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u064a\u0646\u064e \u064a\u064f\u0628\u064e\u0644\u0651\u0650\u063a\u064f\u0648\u0646\u064e \u0631\u0650\u0633\u0627\u0644\u0627\u062a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0647\u0650 \u0648\u064e \u064a\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e\u0647\u064f \u0648\u064e\u0644\u0627 \u064a\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u0627\u064b \u0625\u0650\u0644\u0627\u0651\u064e \u0627\u0644\u0644\u0647\u064e \u0648\u064e \u0643\u064e\u0641\u0649\u200f \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0647\u0650 \u062d\u064e\u0633\u064a\u0628\u0627\u064b \u201cOrang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan tidak merasa takut kepada seorang (pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan.\u201d (QS: al-Ahzab 39) Kufah, sesampai Muslim duta al-Husain di sana, penduduknya kemudian mengabaikan dia. Tetapi tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":6434,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[117],"tags":[1117],"class_list":["post-6432","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah","tag-zainab-binti-ali","has-post-title","no-post-date","has-post-category","has-post-tag","has-post-comment","has-post-author"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6432","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6432"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6432\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6438,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6432\/revisions\/6438"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6434"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6432"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6432"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6432"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}