{"id":7465,"date":"2018-08-21T15:49:52","date_gmt":"2018-08-21T08:49:52","guid":{"rendered":"http:\/\/ikmalonline.com\/?p=7465"},"modified":"2018-08-21T15:49:52","modified_gmt":"2018-08-21T08:49:52","slug":"arafah-hari-besar-kembali-ke-fitrah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/arafah-hari-besar-kembali-ke-fitrah\/","title":{"rendered":"Arafah, Hari Besar Kembali ke Fitrah"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-7466\" src=\"http:\/\/ikmalonline.com\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/images-1-270x300.jpg\" alt=\"Hari Arafah\" width=\"270\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/images-1-270x300.jpg 270w, https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/images-1.jpg 364w\" sizes=\"auto, (max-width: 270px) 100vw, 270px\" \/><\/p>\n<p><b>W<\/b>uquf di padang Arafah merupakan rukun haji. Artinya, bagi orang yang melaksanakan manasik haji, tidaklah sah hajinya dengan meninggalkan rukun ini.<\/p>\n<p>Pada tanggal 9 Dzulhijjah yang disebut dengan hari Arafah, tak hanya bagi jemaah haji, terdapat amalan-amalan yang dianjurkan bagi kita, di antaranya membaca doa malam Arafah dan siangnya. Dapat dirujuk kitab Mafatihul Jinan karya Almarhum Syaikh Abbas al-Qummi, misalnya. Di bagian amalan bulan Dzulhijjah diterangkan tentang keutamaan-keutamaan hari Arafah beserta amalan, bacaan dan doanya.<br \/>\nSyaik Abbas Qommi menerangkan: \u201cMeskipun tidak disebut sebagai hari raya, tetapi merupakan hari besar, di dalamnya Allah menyeru hamba-hamba-Nya agar melakukan amal ibadah dalam ketaatan kepada-Nya. Pada hari ini, syaitan merasa dirinya hina dan marah lebih daripada hari-hari lainnya..\u201d<br \/>\nSelain mandi, ziarah kepada Imam Husein cucu Rasulullah saw, shalat dua rakaat ba\u2019da asar, dianjurkan bagi kita membaca doa Arafah. Dalam sejarahnya, doa ini disampaikan oleh Imam Husein pada waktu sore di hari Arafah.<br \/>\nSebagai seorang hamba di dalam doanya, ia memanggil Tuhannya. Dengan penuh rasa berharap memohon kepada-Nya. Apa yang ia harapkan? Pahala, rahmat dan keridhaan dari Allah. Hanya kepada Allah lah ia meminta. Karena hanya Dia lah yang ia percaya.<br \/>\nHal itu sebagaimana dalam kisah nabi Ibrahim as, ketika dipersekusi oleh kaum musyrik dengan membakarnya hidup-hidup, Jibril datang kepadanya dan berkata: \u201cHai Ibrahim, apakah kamu perlu bantuan?\u201d<br \/>\nIa berkata, \u201cTidak kepadamu! Tetapi aku memerlukan bantuan hanya kepada Allah!\u201d.<br \/>\nDengan demikian, karena ia berlindung kepada Allah di saat kesulitan, api yang membakar tidak berefek bagi Sang Anggota Ulul\u2019azmi ini. Allah Yang Mahakuasa telah mengeluarkan perintah kepada api: \u201c\u201d (QS: al-Anbiya` 69)<\/p>\n<p><strong>Kembali ke Fitrah, Manusia Menyeru: \u201cTuhanku..\u201d<\/strong><br \/>\nYa, hanya Allah Rabbul \u2018alamin Yang Ibrahim seru. Rasulullah saw bersabda:\u201dSiapa memanggil Allah swt, menyeru Dia sampai tujuhkali; \u201cY\u00e2 All\u00e2h y\u00e2 Rabbi..\u201d, niscaya Allah mengabulkan semua hajat yang dia mohon baginya.\u201d (ad-Da\u2019awat\/ar-Rawandi, 44; al-Mahasin\/al-Barqi, 35-36).<br \/>\nDalam riwayat-riwayat lainnya disampaikan, \u201cRabban\u00e2\u201d limakali; atau \u201cRabbi\u201d atau \u201dy\u00e2 Rabbi\u201d tigakali. Maka Allah berfirman, \u201cLabbaika \u2018abdi, sal tu\u2019tha.. (Aku datang wahai hamba-Ku menyambut panggilanmu. Mintalah kepada-Ku niscaya Aku kabulkan bagimu!)\u201d (Kanzul \u2018Ummal 2\/64, dan lainnya).<br \/>\nSebuah riwayat dari Imam Shadiq, beliau ditanya tentang nama teragung Allah yang mesti diseru dalam memohon kepada-Nya. Saat itu musim dingin, ada sebuah kolam milik beliau. Imam berkata kepada si penanya: \u201cMasuklah ke dalam kolam ini, dan berendamlah sampai aku beritahu soal itu kepadamu!\u201d<br \/>\nKetika dia melakukan hal itu, Imam Shadiq menyuruh sahabat-sahabatnya yang hadir menahan orang itu, sehingga dia berdiam di dalam air. Saat dingin memuncak baginya, dia berucap: \u201cRabbi aghitzn\u00ee..\u201d (Tuhan, tolonglah aku!)<br \/>\nImam berkata, \u201cItulah (jawabannya) yang dia tanyakan tadi kepadaku.\u201d (Raudhul Jinan wa Rauhul Janan fi Tafsir al-Qur`an 1\/69)<br \/>\nPensyarah Doa Arafah, Mulla Muhammad Ali Fadhil (Haji Fadhil Khurasani; 1260-1342 H) menjelaskan: Maksud Imam Shadiq dari penerapan tersebut ialah menggugah dan mengembalikan orang itu kepada fitrahnya, bahwa manusia dalam tarbiyah Tuhannya akan memohon pertolongan kepada-Nya. Dialah yang membimbing dan mendidik hamba-Nya dalam berbagai musibah, kesulitan dan penderitaan.<br \/>\nSesungguhnya Adam dan Hawa dalam kembali kepada Allah, mengungkapkan: \u201cRabban\u00e2 zhalamn\u00e2 anfusan\u00e2..\u201d, dan Allah menerima taubat keduanya.<br \/>\nKetika nabi Nuh as teraniaya oleh kaumnya yang ingkar, memohon kepada Allah: \u201cRabbi (Ya Tuhan-ku), janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.\u201d (QS: Nuh 26).<br \/>\nNabi Ibrahim as pun berdoa dengan Nama Allah ini: \u201cRabbi (Ya Tuhan-ku), berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh.\u201d (QS: asy-Syu\u2019ara 82).<br \/>\nNabi Musa as dalam kisahnya, setelah membunuh seorang Qibthi, memohon ampunan kepada Allah: \u201cRabbi (ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri, karena itu ampunilah aku.\u201d (QS: al-Qashash 16).<br \/>\nNabi Sulaiman as dalam memohon karunia kerajaan baginya: \u201cRabbi (Ya Tuhan-ku), ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak berhak dimiliki oleh seorang jua pun sesudahku..\u201d (QS: Shad 35)<br \/>\nNabi Zakaria ketika memohon karunia seorang anak: \u201c\u201cYa Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri..\u201d (QS: al-Anbiya 89)<br \/>\nRasulullah Sang Nabi Penutup saw dalam berdoa juga diperintah agar menyebut Nama ini: \u201cDan katakanlah, \u201cRabbi (Ya Tuhanku), berilah ampun dan anugerahkanlah rahmat (kepadaku), dan Engkau adalah penganugerah rahmat yang paling baik.\u201d (QS: al-Mu`minun 118)<br \/>\nDengan menyebut \u201cRabbi\u201d, Allah mengabulkan doa-doa mereka.<\/p>\n<p>Referensi:<br \/>\n1-Syarh Du\u2019a \u2018Arafah\/Mulla Muhammad Ali Fadhil.<br \/>\n2-Ushul al-Ma\u2019rifah fi Syarhi Du\u2019a \u2018Arafah (1)\/Abbas Ahmad Rais Darazi al-Bahrani.<\/p>\n<div id=\"themify_builder_content-7465\" data-postid=\"7465\" class=\"themify_builder_content themify_builder_content-7465 themify_builder themify_builder_front\">\n\n\t<\/div>\n<!-- \/themify_builder_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wuquf di padang Arafah merupakan rukun haji. Artinya, bagi orang yang melaksanakan manasik haji, tidaklah sah hajinya dengan meninggalkan rukun ini. Pada tanggal 9 Dzulhijjah yang disebut dengan hari Arafah, tak hanya bagi jemaah haji, terdapat amalan-amalan yang dianjurkan bagi kita, di antaranya membaca doa malam Arafah dan siangnya. Dapat dirujuk kitab Mafatihul Jinan karya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":7467,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[122],"tags":[1336],"class_list":["post-7465","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kalam","tag-hari-arafah","has-post-title","no-post-date","has-post-category","has-post-tag","has-post-comment","has-post-author"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7465","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7465"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7465\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7468,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7465\/revisions\/7468"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7467"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7465"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7465"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ikmalonline.com\/under-construction\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7465"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}