Wawancara Muhammad Husein Gaza; Makna Rumah Sakit Indonesia dan Tahapan Kemerdekaan Palestina

MM-Sudah 75 th Palestina di jajah oleh Israel. Rakyat Palestina hingga kini masih belum mendapatkan tiga hak utama; hak untuk kembali (pengungsi), hak untuk melawan dengan senjata (armed struggle) dan hak menentukan nasib sendiri sebagai suatu bangsa (merdeka).
Tiga teritori Palestina berbasis perjanjian 1967, menyisakan 10% dari tanah historis Palestina ;Tepi barat, Yerusalem Timur dan Gaza yang terus mengalami persekusi dan okupasi. Baik dalam kedaan damai maupun perang, rakyat Palestina tidak berhenti mengalami penculikan, pembunuhan dan perampokan tanah.
Wilayah Gaza telah di blokade Israel, baik darat, laut dan udara selama 17 tahun. Rakyat Gaza tidak bisa leluasa keluar dan masuk. Gaza menjadi penjara terbesar di dunia dan di isolasi dari dunia luar.
UNRWA (United Nations Relief and Works Agency), LSM dan aktifis kemanusiaan dunia berusaha berkomunikasi dan membantu warga Gaza. Indonesia tidak terkecuali telah berhasil membangun rumah sakit Indonesia di Gaza.
Sejak Operasi Badai Aqsa, 7 oktober 2023 dan genosida Israel terhadap warga Gaza, kiprah petugas kemanusiaan dari Indonesia berhasil dan efektif mengirim berita dan informasi dari Gaza secara langsung.
Keberadaan rumah sakit Indonesia di Gaza selain membantu secara medis, juga menjadi jembatan komunikasi warga Indonesia, Kemenlu-Indonesia dan rakyat Palestina.
Redaksi ikmalonline.com ingin mengetahui lebih jauh makna keberadaan Rumah Sakit Indonesia di Gaza dan tahapan kemerdekaan Palestina bersama aktifis kemanusiaan, Muhammad Husein.
Husein menetap di Gaza Palestina sejak 2011. Anggota tim pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza. Alumni Universitas Islam Gaza, S1 Syariah Islam. Pendiri dan pengelola lembaga “International Networking for Humanitarian” (INH). Husein juga pendiri dan pengelola portal berita 3 bahasa “gazamedia.net” . Channel youtubenhya MuhammadHuseinGaz memiliki 1.23 juta subscriber, 230 videos.
Ikmalonline : Apa arti penting Rumah Sakit Indonesia di Gaza ?
Husein: Suatu pencapaian luar biasa, tidak hanya Indonesia tapi dunia. Ada banyak rumah sakit di Gaza, tapi yang dibangun dari uang rakyat Indonesia,.. ya Rumah Sakit Indonesia ini. Ada rumah sakit Jordan, tapi di bangun oleh pemerintah, lebih kecil. Ada rumah sakit Qatar, dibangun megah, tapi tidak sefungsional Rumah Sakit Indonesia. Ada juga rumah sakit Eropa, tapi itu di bangun negara.
Jelas ini sebagai kebanggaan, dan menguatkan saya ketika saya di undang masyarakat Gaza selalu berbicara tentang rumah sakit Indonesia. Saya sering dimintai ngisi di berbagai masjid, dan forum kampus. Kami katakan, kami masyarakat Indonesia terus komitmen, dan tidak akan meninggalkan kalian, selama kalian terjajah dan memperjuangkan kemerdekaan. Mereka bisa melihat secara moril serta material. Bukti kami tidak hanya kata-kata, tetapi kami sudah membangun Rumah Sakit yang diakui masyarakat Gaza sebagai Rumah Sakit terbaik di Gaza.
Rumah Sakit Indonesia selalu menempati urutan pertama dari segi kebersihan dan kinerja, itu sebuah kebanggan bagi kita.
Ikmalonline : Dulu orang takut bicara tentang Gaza dan para pejuangnya seperti HAMAS karena takut di bilang mendukung teroris. Setelah Operasi Badai Aqsa 7 oktober 2023, apa ada nuansa yang berbeda ?
Husein; Operasi 7 oktober 2023 telah mengungkap tabir kebohongan dan kebengisan zionis. Masyarakat dunia tidak bisa membendung rasa terimakasih kepada Hamas, itu harus di akui, Hamas membawa aspirasi dunia, ternyata Israel dapat di hukum, padahal selama ini Israel terkenal selalu diatas hukum, dan tidak bisa di sentuh oleh hukum internasional. Ternyata kejahatan zionis bisa diadili,
Ikmalonline; Apa makna genosida Israel di Gaza ?
Husein; Setelah Israel memborbardir Gaza secara membabi buta, hal ini semakin membuktikan bahwa operasi 7 oktober itu di perlukan untuk menyadarkan dunia bahwa Israel yang di kesankan selalu mendukung perundingan damai dan setuju solusi dua negara, dapat hidup berdampingan dengan Palestina, ternyata bohong. Israel tidak memiliki hasrat berdiri diatas dua negara berdampingan dengan Palestina.
Ikmalonline ; Bagaimana sikap Indonesia selama ini dalam mendukung kemerdekaan Palestina, apa belum maksimal ?
Husein; Indonesia masih berdiri diatas garis abu-abu, tidak berani melangkah ke garis hitam atau putih. Ok lah pemerintah Indonesia selalu mendukung Palestina, tapi dunia hari ini menyerang dari sisi Hamasnya, Eropa mencapnya sebagai organisasi teroris, dan itu di jadikan legitimasi Israel menyerang Gaza karena alasan melindungi negaranya dari serangan teroris. Disini Indonesia seharusnya legih tegas. Apakah Indonesia seperti negara Eropa yang menganggap Hamas itu sebagai teroris? Indonesia harusnya berani mengambil sikap. Kalau Indonesia menganggap Hamas teroris, maka akan dijadikan Israel sebagai legitimasi menyerang Gaza, tapi kalau di jelaskan bahwa Hamas itu kelompok perlawanan bersenjata yang dilindungi oleh hukum internasional, maka rakyat Indonesia tidak ragu-ragu untuk mendukungnya. Narasi yang dikembangkan Amerika selama ini bahwa Hamas itu teroris.
Kalau bangsa Indoensia mendukung Palestina, maka mau nggk mau harus mendukung segala perlawanan Palestina yang mengarah ke kemerdekaan. Jika pemerintah Indonesia tegas, rakyat Indonesia tidak akan ambigu dan tidak terjadi dualisme. Kalau pemerintah Indonesia memberikan statemen yang jelas maka tidak ada suara-suara dari rakyat Indonesia yang tidak simpati pada perjuangan Palestina. Kalaupun ada bisa di redam dengan mudah.
Ikmalonline; Di level diplomasi dunia, termasuk Indonesia selalu mengarah pada “two state solution”, padahal sudah 75 tahun bangsa Palestina di tipu dengan ragam perjanjian yang di mediasi oleh USA dan Eropa, apa komentar anda?
Israel sendiri tidak mau dengan “two state solution”. Saya awalnya alergi dengan “two state solution.” Tapi setelah, tahun 2002, ada delegasi elit politik Fatah dari Ramalah ke Indonesia, saya tanya, apakah “two state solution” itu “final solution atau temporary solution”, dia menjawab ini sementara, kami sebenarnya ingin merdeka secara utuh. “From the river to the sea, Palestine will be free.
Sebagian anggota Hamas di Gaza meskipun tidak menyatakan secara ekplisit setuju “two state solution” sebagai strategi awal untuk membebaskan seluruh tanah Palestina. Sementara aspirasi dari dunia yang menghendaki “two state solution” itu bisa di manfaatkan. Setelah episode-episode peperangan, biasanya mereka sisipkan pernyataan Palestina yang berdaulat yang memiliki pelabuhan dan bandara sendiri. Mereka Sebagian berpikir realistis, tidak terlalu idealis. Nah, kalau yang realistis itu saja terjadi, ada pelabuhan dan bandara, maka akan membantu pada solusi permanen dan final. Tapi hal ini sangat di takuti oleh zionis.
Ikmalonline; memang Israel mau Palestina merdeka memiliki bandara dan pelabuhan?
Husein : Ya, bayangin aja, Gaza yang tidak punya pelabuhan dan bandara, di blokade bertahun-tahun aja tidak bisa di tundukan oleh zionis, apalagi punya bandara dan pelabuhan, akan membuat semangat penjajahan jadi hancur. Ini yang sedang di perjuangkan.
Baik Hamas dan Fatah sama-sama memperjuangkan kemerdekaan Palestina, bedanya Fatah menggunakan bahasa verbal, sementara Hamas menggunakan kekerasan, karena satu satunya bahasa yang dipahami oleh zionis Israel adalah kekerasan, dan ini yang memberi efek positif bagi warga Palestina.
Ikmalonline; apakah dengan solusi dua negara, proyek Israel bisa di cegah yang ingin memindahkan warga Gaza ke Sinai dan warga Tepi Barat ke Jordania, bukankan solusi dua negara lah yang membuat tanah Palestiana tinggal 10 % seperti keadaan sekarang ?
Husein; “one state solution”, pada akhirnya saya yakin akan terjadi dan sedang dalam proses. Adapun “two state solution” sekali lagi hanya sementara. Perundingan verbal itu tidak akan menghasilkan solusi “one state solution” yang maksimal dan bahkan “two state solution” pun tidak akan terjadi.
Ketika saya keluar dari Gaza, saya melihat di Sinai gedung-gedung yang siap di huni. Saya tanya pada kedutaan, ini buat apa ya? Di tengah gurun kok ada bangunan kosong dan sangat megah. Mereka bilang untuk mengakomodir orang-orang sekitar. Di Gaza pun orang sudah tahu, soal rencana pemindahan dan penghapusan Palestina secara masif sejak “deal of century” yang di gagas Donal Trump dan ingin dilanjutkan oleh Biden. Makanya Biden menyetujui genosida di Gaza karena operasi 7 oktober 2023 itu telah membuyarkan rencana pemindahan itu.
Ikmalonline: Apakah anda yakin, solusi “one state solution” bisa terwujud?
Husein; wacana “one state solution” ini wacana dan tangganya sedang terbangun. Operasi 7 oktober 2023 adalah satu dari tiga tahapan kehancuran zionis. Sebagaimana dalam surat Al-isra ayat 7, Allah telah membukaan kebohongan para zionis melalui serangan para pejuang. Tahap kedua, akan ada gerakan masal masuk masjidil Aqsa seperti di masa-masa sebelumnya, setelah perang ini selesai. Mungkin negara Palestina menjadi “two state solution” untuk sementara. Tahap ketiga akan ada pembinasaan total zionis, setelah itu baru akan ada “one state solution” sebagai satu negara utuh dan insyaAllah kedamaian, keharmonisan tiga umat agama, Yahudi, Islam, dan Kristen akan terjadi.
Saya seorang jurnalis muslim, selain harus objektif, saya berusaha memasukan narasi dan referensi dari agama. Saya masukan narasi-narasi yang saya yakini. Jangan membaca Gaza hanya dengan logika, kita tidak akan sampai. Isu Palestina adalah suci bagi umat Islam. Sejarah awal dan akhir sudah tertulis dalam Quran.



