Berita IKMALInformasi

IKMAL Gelar Majlis Tarhim dan Tahlil untuk Ustadz Nurkholis

Bekasi – Ikatan Alumni Jami’ah Al-Musthafa (IKMAL) menggelar majlis tarhim dan tahlil untuk mengenang almarhum Ustadz Nurkholis pada Selasa, 11 Maret 2025. Acara ini diselenggarakan secara hybrid, dengan pertemuan langsung di Husainiyah Bina Amal, Harapan Indah, Bekasi, serta disiarkan secara daring untuk memungkinkan lebih banyak jamaah turut serta.

Majlis ini diawali dengan buka puasa bersama yang dihadiri oleh para asatidz, pengurus serta anggota IKMAL, pimpinan cabang Ahlul Bait Indonesia (ABI) Bekasi, dan pimpinan cabang Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Bekasi. Setelah berbuka, suasana khidmat menyelimuti acara saat Ustadz Abdullah Beik memimpin pembacaan tahlil untuk almarhum, memanjatkan doa agar beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Penghormatan untuk Almarhum

Dalam sambutannya, Ketua IKMAL Ustadz Husein Nahrawi menyampaikan apresiasi atas kehadiran Direktur Al-Mustafa, Dr. Hossein Mottaghi, yang meluangkan waktunya untuk hadir dalam acara tersebut.

“Alhamdulillah, kita berkumpul di bulan yang penuh berkah ini. Saya mewakili Ikatan Alumni Jami’ah Al-Mustafa mengucapkan duka cita mendalam atas wafatnya guru dan senior kita, Ustadz Ahmad Nurkholis. Beliau adalah sosok yang tidak kenal lelah dalam berjuang sejak pulang belajar dari Qom, Iran, pada tahun 1988. Beliau senang bersilaturahmi dan memperkenalkan mazhab Ahlul Bait,” ujarnya.

Pesan dari Direktur Al-Mustafa

Dalam sambutannya, Dr. Hossein Mottaghi menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga besar IKMAL. Ia juga mengingatkan tentang pentingnya memahami perjalanan kehidupan manusia, sebagaimana dijelaskan dalam hadis Imam Ridha AS yang membahas tiga fase menakutkan dalam kehidupan: kelahiran, kematian, dan kebangkitan.

“Pada tiga kondisi ini, manusia mengalami perubahan besar yang menakutkan. Tanpa rahmat Allah SWT, manusia akan mengalami kesulitan luar biasa. Oleh karena itu, kita harus senantiasa menjaga hubungan dengan Allah dan memperbaiki diri,” ujar Dr. Mottaghi.

Senada dengan riwayat ini, ayat Al-Qur’an dalam Surah Maryam ayat 15 menyebutkan salam bagi Nabi Isa saat ia dilahirkan, saat ia meninggal, dan saat ia dibangkitkan. Ini adalah salam dari Allah pada momen yang sangat signifikan, mengesankan, dan menakutkan bagi manusia. Ketiga kondisi ini berkaitan dengan ontologi dan filsafat.

Tiga kondisi ini sangat penting bagi kita, dan tanpa rahmat serta pandangan khusus dari Allah SWT kepada manusia, maka manusia akan mengalami kesulitan yang luar biasa dan berada dalam posisi yang sulit dalam tiga kondisi tersebut. Dalam beberapa ayat terkait Nabi Isa dan Nabi Yahya, Allah menyebutkan bahwa Dia menurunkan salam dan keselamatan-Nya pada tiga kondisi tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa Allah tidak membiarkan hamba-Nya, termasuk para nabi, berada dalam kesulitan dan penderitaan.

Dalam hadis lain, Imam Shadiq menyebutkan bahwa barzakh adalah alam yang menghubungkan dunia dan akhirat. Kapan alam barzakh dimulai bagi manusia? Yaitu saat seseorang dikuburkan, yang berarti ia mulai merasakan “kiamat kecil” di alam barzakh, sebagai miniatur dari hari kebangkitan yang menggambarkan peristiwa kebangkitan yang sebenarnya.

Pertanyaan bagi diri kita masing-masing adalah: apa yang akan kita hadapi di alam seperti itu? Jawabannya adalah sebagaimana yang ditulis oleh Arif Khos, bahwa mereka yang termasuk dalam golongan wali Allah dan kekasih Allah akan berada dalam keamanan serta kasih sayang-Nya pada kondisi tersebut.

Siapakah kekasih Allah? Siapakah wali Allah? Mereka adalah orang-orang yang selama hidupnya menjaga hubungan dengan Allah, memperbaiki hubungannya dengan Allah, dan tidak memiliki masalah dengan Allah. Mereka adalah ahli ibadah, ahli tahajud, orang-orang yang menjaga batasan-batasan Allah, serta mereka yang memberikan pelayanan kepada sesama manusia dan melakukan berbagai kebaikan lainnya.

Kenangan dari Sahabat dan Keluarga

Ustadz Ahmad Hidayat, perwakilan dari Ormas Ahlul Bait Indonesia, mengenang almarhum sebagai sosok yang gigih dalam perjuangan dakwah.

“Saya mengenal almarhum sejak 2003. Beliau sangat bersemangat dalam perjuangan dan pengabdian kepada sesama. Kami pernah bertemu dalam pertemuan Silaturahmi Nasional (Silatnas) di Yogyakarta, di mana beliau aktif dalam membangun forum silaturahmi bagi aktivis Ahlul Bait secara nasional,” kenangnya.

Sementara itu Muhammad Haidar Ali putra almarhum, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para peserta yang hadir dan turut mendoakan ayahnya.

“Kami sekeluarga sangat berterima kasih atas kehadiran dan doa yang dipanjatkan untuk almarhum. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik untuk beliau,” ungkapnya.

Acara diakhiri dengan doa bersama untuk almarhum Ustadz Nurkholis, dengan harapan beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan.

+ posts

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button