Peringati Hari Anak Nasional, IKMAL Gelar Webinar “Money Parenting: Cerdas Finansial Sejak Dini”
money parenting bukan sekadar mengajarkan menabung, melainkan menanamkan nilai tanggung jawab, kejujuran, kedisiplinan, kesabaran, hingga kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan.

Departemen Keluarga, Perempuan dan Anak Ikatan Alumni Jamiatul Mustofa (IKMAL) menyelenggarakan webinar bertema “Money Parenting: Cerdas Finansial Sejak Dini, Upaya Merencanakan Masa Depan Anak dengan Baik” pada Ahad, 26 Juli 2026, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional. Acara yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti dengan antusias oleh anak-anak, orang tua, serta ustad dan ustadzah.
Bertindak sebagai narasumber adalah Sulistiyo Ridho, Master Trainer Aflatoun International sekaligus praktisi literasi sosial dan finansial berpengalaman lebih dari 15 tahun. Acara dipandu oleh moderator Annisa.
Sebelum sesi utama dimulai, panitia lebih dulu menggelar lomba pengetahuan umum dan pengetahuan agama untuk anak-anak jenjang SD kelas 5 dan 6. Sebanyak 17 peserta mengikuti lomba ini dengan penuh semangat. Pemenangnya baru diumumkan di penghujung acara.
Dalam sambutannya, Ketua Departemen Keluarga, Perempuan dan Anak IKMAL, Ustadzah Euis Daryati, menegaskan bahwa di era digital, anak-anak sudah mulai mengenal uang sejak usia sangat dini. Menurutnya, money parenting bukan sekadar mengajarkan menabung, melainkan menanamkan nilai tanggung jawab, kejujuran, kedisiplinan, kesabaran, hingga kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan.
Ia menyinggung maraknya kasus korupsi di Indonesia, termasuk kasus korupsi pengadaan pakan hewan di sebuah kebun binatang di Surabaya yang merugikan negara hingga miliaran rupiah selama delapan tahun, sebagai bukti nyata akibat lemahnya pemahaman terhadap uang sejak kecil. Ia mengingatkan bahwa dalam ajaran Islam, harta adalah amanah dari Allah yang harus diperoleh secara halal dan tidak digunakan secara boros.
Sulistiyo Ridho memaparkan pentingnya literasi keuangan bagi anak dan remaja di tengah meningkatnya penggunaan pinjaman online di Indonesia, terutama di kalangan usia muda. Ia menekankan bahwa kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan, membiasakan menabung sejak dini, serta mengelola uang secara bijak merupakan bekal penting untuk mencegah masalah keuangan di masa depan.
Melalui berbagai simulasi interaktif, peserta diajak belajar menyusun prioritas pengeluaran, membangun kebiasaan menabung, dan mengenal kewirausahaan sederhana. Di akhir sesi, Sulistiyo mengingatkan bahwa keuangan yang sehat ditandai dengan pengelolaan pendapatan, pengeluaran, tabungan, dan penggunaan layanan keuangan digital secara bertanggung jawab.
Peserta antusias mengajukan pertanyaan, mulai dari sejauh mana kegiatan berjualan anak perlu diajarkan secara detail, cara mengajarkan menabung sesuai usia, hingga bagaimana kesepakatan pemberian uang bagi anak SMA yang mulai diharapkan mencari penghasilan sendiri. Sulistiyo menekankan bahwa pemberian uang kepada anak yang mulai dewasa sebaiknya dikaitkan dengan kontribusi tertentu, tanpa menjadikan semua pekerjaan rumah tangga sebagai sesuatu yang harus dibayar, agar anak tidak terjebak sikap materialistis.
Di penghujung acara, panitia mengumumkan tiga pemenang lomba pengetahuan umum dan agama:
- Juara 1 — Muhammad Zafran Hendri
- Juara 2 — Fatimah Syahbanu (Bangil)
- Juara 3 — Zeeba (Malang)

Moderator menyampaikan selamat kepada para pemenang dan memotivasi seluruh peserta lomba untuk terus belajar, karena setiap usaha adalah langkah menuju keberhasilan.
Webinar ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadzah Euis Daryati. Melalui kegiatan ini, IKMAL berharap dapat membuka wawasan orang tua dan anak tentang pentingnya menanamkan kecerdasan finansial sejak dini, sekaligus membentuk generasi yang saleh, cerdas, mandiri, dan bijak dalam mengelola keuangan.





