KajianSejarah

Masjid Jamkaran: Masjid yang Dibangun atas Perintah Imam Mahdi (afs)

Keistimewaan Masjid Jamkaran 

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya sesuatu yang telah disiapkan Allah SWT buatmu, adalah lebih baik bagimu jika kamu beriman…” (QS. Hud: 86)

Masjid Jamkaran merupakan salah satu tempat suci yang memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam, khususnya dalam keyakinan tentang Imam Mahdi (afs). Imam Mahdi sendiri pernah bersabda:

“Katakanlah kepada orang-orang, cintailah tempat ini (Masjid Jamkaran) dan muliakanlah.”

Masjid ini terletak di daerah Jamkaran, sekitar enam kilometer dari kota suci Qom, Iran. Setiap tahunnya, ribuan peziarah dari berbagai penjuru dunia datang untuk mencari berkah dan merasakan kedekatan spiritual di tempat yang diyakini berada di bawah naungan khusus Imam Mahdi (afs). Dikatakan bahwa beliau akan bertemu dengan pengikutnya di masjid ini, menjadikannya lokasi yang sangat sakral bagi para pencari kebenaran.

Sejarah Pembangunan Masjid Jamkaran

Sejarah Masjid Jamkaran bermula pada tahun 373 H (982 M), ketika seorang lelaki saleh bernama Syeikh Hasan bin Muslih mendapat pengalaman luar biasa. Dalam mimpinya, ia melihat Imam Mahdi (afs) yang sedang duduk di atas dipan beralas permadani, bersandar pada bantal, ditemani oleh Nabi Khidir (as). Imam Mahdi (afs) lalu memberikan perintah kepadanya:

“Pergilah menemui Hasan Muslim dan katakan kepadanya bahwa tanah ini adalah tanah suci yang telah dipilih oleh Allah SWT. Ia tidak berhak lagi bercocok tanam di tempat ini.”

Ketika Syeikh Hasan meminta bukti agar masyarakat percaya, Imam Mahdi (afs) menenangkannya dan memerintahkannya untuk menyampaikan perintah tersebut kepada Sayyid Abul Hasan Ridha, seorang ulama terkemuka di Qom pada masa itu. Beliau juga memberikan tata cara shalat khusus yang dikenal sebagai shalat Masjid Jamkaran.

Setelah kejadian tersebut, masyarakat setempat menemukan rantai-rantai yang menandai batas tanah masjid. Hal ini semakin menguatkan keyakinan mereka bahwa tanah tersebut memang telah dipilih oleh Allah SWT untuk menjadi tempat ibadah.

Tata Cara Shalat di Masjid Jamkaran

Imam Mahdi (afs) memberikan tuntunan shalat khusus bagi para peziarah yang datang ke masjid ini:

  1. Shalat Tahiyatul Masjid (2 rakaat)
    • Setiap rakaat membaca Surat Al-Fatihah (1 kali) dan Surat Al-Ikhlas (7 kali).
    • Saat ruku’ membaca Subhana rabbiyal adzimi wa bihamdihi sebanyak 7 kali.
    • Saat sujud membaca Subhana rabbiyal a’la wa bihamdihi sebanyak 7 kali.
  2. Shalat Imam Mahdi (2 rakaat)
    • Rakaat pertama: Membaca Surat Al-Fatihah, lalu mengulang ayat Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in sebanyak 100 kali sebelum melanjutkan dengan Surat Al-Ikhlas (1 kali).
    • Rakaat kedua: Sama seperti rakaat pertama.
    • Setelah salam, membaca kalimat tauhid Laa ilaaha illallah satu kali.
    • Melanjutkan dengan Tasbih Zahra (Allahu Akbar 34 kali, Alhamdulillah 33 kali, Subhanallah 33 kali).
    • Sujud dengan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya sebanyak 100 kali.

 

Imam Mahdi afs juga berkata, “Jika seseorang mendirikan shalat dua rakaat di tempat ini (masjid Jamkaran), maka dia akan mendapatkan pahala sebagaimana mendirikan shalat dua rakaat di dalam Ka’bah”.

Kemudian Syeikh Hasan meninggalkan tempat tersebut, ketika berjalan beberapa langkah, Imam Mahdi afs kembali memanggilku seraya berkata, “Belilah satu ekor kambing yang digembalakan oleh Jakfar Kasyani, lantas bawalah kemari dan sembelihlah di tempat ini. Setelah itu, bagikanlah dagingnya kepada orang-orang yang sakit. Orang-orang sakit yang memakan daging kambing tersebut akan disembuhkan penyakitnya oleh Allah SWT.”

Syeikh Hasan pun kembali ke rumah dan terus berpikir sepanjang malam hingga tiba waktu subuh. Seusai melaksanakan shalat subuh, Syeikh Hasan pergi ke rumah Ali Mandzar dan menceritakan semua peristiwa yang telah kualami malam itu. Kemudian, mereka pun pergi ke tempat itu. Dengan dipenuhi rasa heran, kami dapati di atas tanah itu terdapat rantai-rantai yang menjadi pembatas bangunan Masjid Jamkaran.

Setelah itu, Syeikh Hasan pergi ke kota Qom untuk menemui Sayyid Abul Hasan Ridha. Sesampainya di depan pintu rumahnya, pelayan yang membukakan pintu berkata, “Apakah anda orang dari Jamkaran?” Syeikh Hasan mengiyakan. Pelayan itu kembali berkata, “Sejak waktu sahur Sayyid Abu Hasan Ridha telah menanti anda.”

Lalu Syeikh Hasan masuk ke dalam rumah itu, dan Sayyid Abu Hasan Ridha menyambutnya dengan hormat seraya berkata, “Wahai Hasan bin Muslih, aku bermimpi seseorang berkata kepadaku, “Akan datang seseorang kepadamu dari daerah Jamkaran yang bernama Hasan bin Muslih. Percayailah apapun yang dikatakannya, karena ucapannya adalah ucapanku, dan jangan engkau menolaknya.” Sejak bangun tidur hingga sekarang aku menunggu-nunggu kedatanganmu.”

Syeikh Hasan kemudian menceritakan peristiwa yang dialami malam itu. Tidak lama kemudian, Sayyid Abul Hasan Ridha menyiapkan kudanya dan kami pun pergi ke daerah Jamkaran. Sesampai di sekitar Jamkaran, kami melihat segerombolan kambing gembalaan Jakfar Kasyani. Tiba-tiba, dari arah belakang gerombolan kambing itu, datanglah seekor kambing dan berlari menuju ke arah kami. Jakfar Kasyani bersumpah, bahwa kambing itu bukan berasal dari gembalaannya, dan ia pun tidak pernah melihat kambing sebelumnya. Kemudian kami pun berdasarkan perintah Imam Mahdi afs membeli kambing tersebut. Lalu kami membawa kambing tersebut ke tanah yang telah ditunjuk oleh Imam Mahdi afs, dan menyembelihnya. Setelah itu kami membagikan daging kambing tersebut kepada orang-orang yang sakit. Dengan pertolongan Allah SWT dan wasilah Imam Mahdi afs, mereka pun mendapat kesembuhan.

Setelah itu, kemudian Sayyid Abu Hasan Ridha mendatangkan Hasan Muslim dan mengambil keuntungan-keuntungan tanah tersebut darinya. Melalui keuntungan tersebut dibangunlah Masjid Jamkaran. Sayyid Abul Hasan pun membawa semua rantai-rantai dan pasak yang menjadi pembatas bangunan masjid Jamkaran ke kota Qom untuk disimpan dirumahnya. Setiap orang sakit yang diusapkan ke rantai tersebut akan disembuhkan oleh Allah SWT dengan cepat. Namun, setelah sayyid Abul Hasan wafat, semua rantai tersebut lenyap, dan tidak ada seorangpun yang menemukannya.”

 Masjid Jamkaran bukan sekadar bangunan fisik, tetapi juga simbol spiritual yang memiliki hubungan erat dengan keyakinan terhadap Imam Mahdi (afs). Setiap Muslim yang mengunjungi tempat ini dianjurkan untuk menjaga kesucian hati dan perbuatan, serta memperbanyak doa agar kemunculan Imam Mahdi (afs) segera terjadi. Keberadaannya yang penuh sejarah dan keajaiban menjadikan Masjid Jamkaran sebagai salah satu destinasi ziarah yang paling dihormati di dunia Islam.

Bagi mereka yang beriman, Masjid Jamkaran bukan hanya tempat suci, tetapi juga sebuah pengingat bahwa semua permasalahan dunia ini akan terselesaikan dengan hadirnya Imam Mahdi (afs), sebagaimana yang telah dijanjikan oleh Allah SWT.

(Ringkasan dari Kitab “Najmus Tsaqib” hal: 383-388, alih Bahasa: Euis Daryati)

+ posts

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button