Halal Bi Halal IKMAL 2025: Merawat Silaturahmi, Meneguhkan Semangat Kebersamaan


Jakarta, 26 April 2025 , Dalam balutan pagi yang cerah dan sejuk, Ikatan Alumni Jamiah Al-Mustafa (IKMAL) menyelenggarakan Halal bi Halal 2025 di Aula Madrasah Aliyah Shiddiqah Zahra (as), Jakarta. Acara ini mengangkat tema “Merawat Silaturahmi dan Meneguhkan Semangat Kekeluargaan”, sebagai ikhtiar mempererat hubungan antaranggota dan keluarga besar IKMAL, sekaligus menyemai semangat baru dalam kiprah dakwah mereka.
Sekitar 70 anggota IKMAL bersama keluarga, yang berasal dari kawasan JABODETABEK, hadir memenuhi aula yang telah ditata dengan suasana hangat dan akrab. Semarak acara semakin terasa saat para santri membuka rangkaian kegiatan dengan salawatan dan tabuhan rebana, seolah mengalirkan energi syukur dan kegembiraan ke dalam ruangan.
Pembukaan Penuh Doa dan Dzikir

Tepat pukul 09:30 WIB, acara resmi dibuka dengan pembacaan Surat Al-Fatihah, Surat Yasin, dan Tahlil bersama, dipandu oleh Habib Ustadz Musayya. Suasana penuh khusyuk ini diiringi niat menghadiahkan pahala untuk para guru dan tokoh yang telah berpulang, termasuk Almarhum Habib Ustadz Husain Al-Habsyi, Almarhum Ustadz Jalaluddin Rahmat, dan Almarhum Habib Ustadz Abdurrahman Al-Idrus.
Momentum pembacaan tahlil ini menjadi pengingat akan pentingnya meneruskan warisan perjuangan para pendahulu, dengan tetap menjaga nilai-nilai ukhuwah dan pengabdian. Acara berjalan lancar dan tepat waktu, menunjukkan keseriusan panitia dalam mengatur jalannya kegiatan.
Selepas tahlil, MC M. Ilyas membuka sesi sambutan dengan iringan shalawat, membawa suasana yang sejuk dan khidmat di dalam aula, seolah berkah rahmat Allah turun melimpah kepada seluruh hadirin.
Ketua IKMAL, Ustadz Husain Nahrawi, dalam sambutannya mengucapkan minal aidin wal faizin, serta mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga silaturahmi dan menghidupkan semangat kebersamaan. Beliau menekankan bahwa peran alumni sangat vital, tidak hanya dalam memperkuat komunitas internal, tetapi juga dalam pengabdian kepada masyarakat luas, bangsa, dan negara.
Beliau juga menyinggung program-program unggulan IKMAL, khususnya dalam bidang fikih dan keilmuan lainnya, yang saat ini tengah dirancang dan disiapkan untuk diluncurkan dalam waktu dekat.
Di tengah suasana santai namun sarat makna ini, MC sempat membacakan sebuah pantun untuk mencairkan suasana:
“Makan supermi lauknya ikan, hangat-hangat dekat perapian; bila silaturahmi kita abaikan, bisa-bisa hidup kesepian.”
Tawa ringan pun mengiringi, menambah akrab suasana di tengah kebersamaan.
Tausiyah : Menjadi Mubaligh Ideal
Acara mencapai puncaknya saat Habib Ustadz Husain Shahab, Pengasuh Hauzah Shiddiqah Zahra (as), memberikan tausiyah yang sarat hikmah. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan beberapa poin penting mengenai kriteria ideal seorang mubalig:
- Pentingnya keilmuan IKMAL. Dengan latar belakang pendidikan hauzah bertahun-tahun, alumni membawa khazanah ilmu yang sangat diperlukan masyarakat, khususnya dalam mendakwahkan ajaran Ahlulbait Nabi Muhammad saw.
- Penekanan pada penampilan seorang mubalig. Seorang da’i tidak hanya berdakwah lewat lisan, tetapi juga melalui penampilan dan adabnya. Dengan menggunakan atribut tradisional seperti sorban atau busana khas, mubalig turut menyampaikan pesan dakwah secara visual, yang membangun wibawa dan identitas keilmuan.
- Pentingnya multitalenta dalam pengabdian. Seorang mubalig tidak cukup hanya pandai ceramah, tetapi juga perlu menguasai keterampilan lain seperti memimpin tahlil, membaca maulid, hingga membimbing kegiatan sosial kemasyarakatan.
- Perlunya kemampuan komunikasi yang mumpuni. Dalam realitas sosial, masyarakat membutuhkan sosok mubalig yang fasih berbicara, mampu membangun hubungan baik, dan bahkan memiliki sumber penghidupan halal dari keahlian komunikatif ini. Dakwah bukan hanya soal menyampaikan ilmu, tetapi juga menginspirasi, membangun jaringan, dan memberdayakan masyarakat.
Habib Ustadz Husain Shahab mengakhiri tausiyahnya dengan ajakan untuk terus mengasah potensi diri dan menjadikan dakwah sebagai amal hidup yang terus berkelanjutan.
Sessi Sharing Pengalaman dan Doorprize
Usai hikmah, acara dilanjutkan dengan sesi sharing pengalaman dari para senior IKMAL. Ustadz Abdullah Beik, Ketua IKMAL terdahulu, berbagi tentang pentingnya persiapan matang sebelum berdakwah. Minimal dua hari sebelum tampil, seorang mubalig harus sudah menyusun materi yang akan disampaikan, demi menjaga kualitas dan efektivitas ceramah.
Kemudian Ustadz Mujtahid menyoroti berbagai tantangan kontemporer yang dihadapi para mubalig, mulai dari perubahan pola pikir masyarakat, hingga kebutuhan inovasi dalam metode dakwah.
Sesi ini menjadi ruang refleksi bersama, memperkaya pengalaman, sekaligus mempererat rasa kebersamaan antaranggota.
Kemeriahan acara semakin terasa saat sesi doorprize dipandu oleh Ustadzah Annisa. Berbagai hadiah menarik dibagikan kepada para peserta, diselingi gelak tawa dan keceriaan, menambah kehangatan suasana Halal bi Halal ini.
Penutupan Penuh Keakraban
Sebagai penutup, Habib Ustadz Syaikh memimpin pembacaan doa, memohon keberkahan, kesehatan, dan kelangsungan ukhuwah di antara seluruh keluarga besar IKMAL. Doa yang khusyuk ini dilanjutkan dengan sesi salaman antar hadirin, menghidupkan kembali nuansa minal aidin wal faizin yang penuh kehangatan.
Acara berakhir sekitar pukul 12:30 WIB dengan rasa syukur dan semangat baru yang menyala. Para peserta pulang membawa bukan hanya hadiah doorprize, tetapi juga semangat memperkuat ikatan silaturahmi dan memperbarui tekad untuk terus berkontribusi bagi umat dan bangsa.
Acara Halal bi Halal IKMAL 2025 ini membuktikan bahwa silaturahmi bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan nafas perjuangan yang terus hidup, membangun ukhuwah, memperteguh identitas keilmuan, dan menyiapkan langkah-langkah baru demi kemajuan dakwah dan kontribusi nyata untuk bangsa tercinta.





