IKMAL Gelar Webinar Peringatan Sayyidah Fatimah al-Ma’shumah dan Luncurkan Layanan Konseling Remaja

Jakarta, 13 Mei 2025 – Dalam rangka memperingati hari kelahiran Sayyidah Fatimah al-Ma’shumah as, Ikatan Keluarga Alumni Jamiah Al-Musthafa (IKMAL) menyelenggarakan sebuah rangkaian acara bermakna yang menggabungkan nilai spiritual, edukasi, dan pembinaan karakter remaja. Acara puncak ditandai dengan peluncuran Layanan Konseling Remaja IKMAL, sebagai respons nyata atas kebutuhan mendesak dalam mendampingi generasi muda di era modern.
Webinar utama yang digelar awal pekan ini menghadirkan berbagai remaja, akademisi, serta para pemerhati isu remaja. Dalam sambutan pembuka, Wakil Ketua IKMAL, Ustadz Dr. Hasyim Adnani, menyampaikan bahwa keteladanan Sayyidah Fatimah al-Ma’shumah harus dijadikan inspirasi lintas zaman, bukan hanya bagi perempuan, tapi untuk seluruh umat.
“Keteladanan beliau mengajarkan kita bahwa kesucian moral dan keteguhan ilmu adalah pondasi penting dalam membangun peradaban,” ujar Ustadz Hasyim.
Ia juga menekankan urgensi ruang aman dan sehat bagi remaja, yang menjadi latar belakang utama peluncuran Layanan Konseling Remaja IKMAL sebuah program pendampingan psikologis dan spiritual berbasis komunitas.
“Melalui semangat keteladanan Sayyidah Fatimah al-Ma’shumah, kami berharap program ini dapat menjadi gerakan awal yang mendorong kebangkitan karakter generasi muda,” tambahnya.
Perspektif Remaja dan Pendekatan Psikospiritual
Sesi pertama webinar diisi oleh Muhammad Basim Bahmaniar, perwakilan remaja yang menyuarakan realita generasinya. Dengan lugas, ia menggambarkan dunia digital yang penuh tekanan dan kadang tak dipahami oleh generasi sebelumnya.
“Kami lahir langsung di depan layar. Dunia kami serba cepat, penuh tekanan, dan tidak selalu dimengerti orang tua,” ungkap Basim.
Ia mengajak untuk mengubah perspektif tentang makna kesuksesan dan menekankan pentingnya memahami kapasitas diri.
“Kalau kapasitas kita satu cangkir, jangan dipaksa jadi satu galon,” ujarnya, yang langsung disambut antusiasme peserta webinar.
Sementara itu, Siti Rabiah Aydiah, S.Psi., MA., sebagai pemateri kedua, mengupas fase remaja dari sudut pandang psikologi dan spiritual Islam. Ia menjelaskan pentingnya pendekatan empatik dan sinergi berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem yang aman bagi remaja.
ia memaparkan bahwa remaja adalah fase kritis yang menuntut pendampingan penuh empati dari berbagai pihak terutama orang tua.
Rabiah mengutip teori Erik Erikson bahwa remaja tengah mengalami pencarian jati diri, yang disertai gejolak emosional, perubahan fisik, hingga kebingungan spiritual. “Banyak dari mereka mulai mempertanyakan nilai yang ditanamkan sejak kecil, dan mencari makna yang lebih personal dalam beragama. Ini masa emas sekaligus masa rawan,” jelasnya. Ia mengingatkan pentingnya ekosistem yang sehat keluarga, sekolah, dan Masyarakat untuk mencegah risiko seperti kecemasan, radikalisme, bullying, dan penyimpangan perilaku.
“Remaja sedang mencari jati diri. Ini masa emas sekaligus masa rawan,” jelasnya.
Ia menyoroti ancaman seperti kecemasan, radikalisme, dan penyimpangan perilaku yang bisa dicegah jika ada pendampingan yang sehat dari keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Peluncuran Layanan Konseling: Hadirkan Solusi Nyata
Puncak acara ditandai dengan peluncuran resmi Layanan Konseling Remaja IKMAL oleh Ustadzah Euis Daryati, Kepala Departemen Perempuan, Anak, dan Keluarga IKMAL. Program ini merupakan bentuk komitmen terhadap penguatan karakter remaja Ahlul Bait dan dukungan bagi para orang tua.
Dalam peluncuran tersebut, diperkenalkan logo layanan konseling remaja yang sarat makna: dua tangan mendukung sebagai lambang kasih sayang, pohon tumbuh sebagai simbol perkembangan ilmu dan kehidupan, serta lingkaran emas sebagai simbol keberkahan dan kesatuan. Warna hijau dan biru dipilih karena memancarkan ketenangan dan nilai-nilai Islam.
Layanan akan tersedia secara online dan offline, baik untuk sesi individual maupun kelompok, dan akan ditangani oleh para konselor berpengalaman, seperti Ustadzah Siti Rabiah Aidiyah dan Ustadz Laitsullah, Lc., yang menggabungkan latar belakang psikologi dengan wawasan keislaman mendalam.
Komitmen Jangka Panjang untuk Generasi
Kegiatan ini ditutup dengan ajakan kolaboratif untuk terus membina remaja secara komprehensif menyentuh akal, jiwa, dan hati mereka. IKMAL menegaskan bahwa membina generasi bukan hanya tanggung jawab orang tua dan guru, tapi seluruh elemen masyarakat.
Sebagai penutup, kutipan bijak dari Imam Ali bin Abi Thalib as disampaikan sebagai pengingat mendalam:
“Jangan didik anak-anakmu seperti kamu dulu dididik, karena mereka hidup di zaman yang berbeda.”
Dengan semangat ini, IKMAL berkomitmen membina generasi yang kuat dalam ilmu, luhur dalam akhlak, dan kokoh dalam spiritualitas. Layanan Konseling Remaja IKMAL pun diharapkan menjadi cahaya penuntun bagi remaja dalam menemukan jati diri, arah, dan makna hidup di tengah tantangan zaman.



